Para penggemar PlayStation yang kecewa dengan keputusan Sony untuk menghentikan produksi game fisik kini mendapat sekutu tak terduga: para pengecer.
Langkah Sony menuju era digital telah menuai kritik dari berbagai pihak.
>>> Pembaruan Musim 2 Gachiakuta: Rekaman Suara Belum Dimulai
Kekhawatiran utama adalah hilangnya hak kepemilikan game yang dibeli, karena game digital bisa dihapus kapan saja oleh penerbit.
Asosiasi Hiburan Digital dan Ritel (ERA) di Inggris angkat bicara. Mereka menyebut keputusan Sony sebagai "kemenangan kenyamanan perusahaan atas pilihan konsumen."
ERA mencatat bahwa 25% konsumen di bawah 25 tahun masih lebih suka membeli game dalam bentuk fisik.
Pasar game disk di Inggris sendiri bernilai lebih dari £300 juta pada 2025.
Uang tersebut sebagian besar mengalir ke pengecer seperti Walmart atau Amazon. Dengan beralih ke digital, Sony bisa mengambil porsi keuntungan yang lebih besar tanpa harus berbagi dengan distributor.
Namun, langkah ini berpotensi merugikan pengecer dan karyawan mereka. Jika penjualan game fisik menurun, toko-toko bisa melakukan pemotongan staf.
>>> The Simpsons Season 38 Dikonfirmasi Tayang September 2026
Game Fisik Lebih Penting dari yang Dibayangkan
Game fisik bukan sekadar soal kepemilikan. Ini juga soal pelestarian game di era di mana judul-judul bisa hilang karena lisensi tidak diperpanjang.
Tanpa media fisik, game tidak bisa dibagikan antar generasi atau dijual bekas. Hal ini menghancurkan model bisnis perusahaan seperti GameStop dan pasar kolektor.
Pengecer juga sudah terpukul oleh game gratis seperti Fortnite dan game seluler yang tidak memerlukan salinan fisik. Kini mereka harus menghadapi tambahan tekanan dari Sony.
Meskipun menguntungkan Sony dalam jangka pendek, langkah ini bisa berdampak buruk bagi industri secara keseluruhan.
Harga konsol yang terus naik membuat penawaran bundel dari pengecer menjadi penting untuk menarik pembeli.
Tanpa diskon dan bundel menarik, penjualan konsol bisa terhambat. Ini menunjukkan bahwa game fisik memiliki dampak nyata pada kesehatan industri, tidak hanya bagi Sony.
>>> Eksekutif Cartoon Network Ungkap Strategi Agar Acara Klasik Bertahan Tanpa Saluran TV
Ketika kelompok hak konsumen dan asosiasi pengecer sepakat tentang pentingnya media fisik, itu pertanda buruk. Namun, kecil kemungkinan mereka bisa menghentikan rencana Sony.
