Gelombang PHK yang dilakukan Xbox baru-baru ini mengguncang industri game.
Meskipun Bethesda tidak mengalami nasib seburuk pengembang lain di bawah naungan Xbox, studio ini tetap menghadapi tantangan berat ke depan.
>>> 3 Proyek Terbesar The Apothecary Diaries pada 2026
Microsoft memang terus mendorong agar The Elder Scrolls 6 segera dirilis.
Namun, laporan IGN mengungkapkan bahwa lebih dari 50 karyawan Bethesda terkena PHK, termasuk sejumlah talenta kunci yang mengerjakan sekuel Skyrim tersebut.
Akibatnya, moral pengembang yang tersisa menurun drastis. Kekhawatiran semakin besar mengingat ekspektasi terhadap game ini terus meningkat, sementara tanggal rilis masih belum pasti.
Bethesda dalam Masalah Lebih Besar
Staf Bethesda khawatir pengembangan The Elder Scrolls 6 akan terhambat.
Mereka takut pengalaman puluhan karyawan yang dipecat akan digantikan oleh tenaga kontrak atau pengembang baru yang harus belajar alat pengembangan khas Bethesda.
Salah satu pengembang yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa situasi ini bisa menyebabkan penundaan.
Atau lebih buruk lagi, tekanan untuk merilis game tepat waktu bisa memicu crunch yang membahayakan kesehatan fisik dan mental karyawan.
>>> Setelah 5 Tahun, Serial Shonen Jump Besar Resmi Berakhir dengan Bab Final
Kondisi ini diperparah oleh fakta bahwa The Elder Scrolls 6 pertama kali diumumkan hampir satu dekade lalu. Kini, game tersebut diperkirakan masih membutuhkan waktu bertahun-tahun lagi untuk selesai.
Ada harapan bahwa staf ZeniMax Online Studios bisa mengisi kekosongan dengan pengalaman mereka di The Elder Scrolls Online.
Namun, tim itu juga terkena dampak PHK, sehingga masa depan waralaba ini semakin tidak menentu.
Tiga Skenario Suram untuk The Elder Scrolls 6
Setidaknya ada tiga kemungkinan jalan ke depan, dan semuanya tidak ideal.
Pertama, penundaan yang diperlukan untuk merekrut tenaga kerja baru bisa membuat Xbox mempertimbangkan ulang biaya pengembangan, berujung pada PHK lebih lanjut.
Kedua, game bisa selesai tepat waktu tetapi dengan mengorbankan kesejahteraan pengembang melalui crunch. Jika sukses, praktik ini bisa ditiru oleh perusahaan lain, memperburuk budaya kerja di industri.
Ketiga, kualitas game bisa menurun akibat pengembangan yang terganggu. Jika gagal, Xbox mungkin menyalahkan tim yang sudah dipangkas, bukan keputusan PHK itu sendiri.
>>> 5 Anime Shonen dengan Sistem Kekuatan Lebih Baik dari JJK
Industri game perlu menyadari dampak jangka panjang dari praktik penghematan biaya seperti ini. Tanpa perubahan, baik pengembang maupun pemain akan merasakan akibatnya di tahun-tahun mendatang.
