⌂ Beranda News 5 Game Arkade 1984 yang Tak Terlupakan bagi Anak 80-an

5 Game Arkade 1984 yang Tak Terlupakan bagi Anak 80-an

5 Game Arkade 1984 yang Tak Terlupakan bagi Anak 80-an
Ilustrasi: 5 Game Arkade 1984 yang Tak Terlupakan bagi Anak 80-an
A A Ukuran Teks16px

Era 1980-an merupakan puncak kejayaan game arkade. Meskipun konsol rumahan mulai populer, mesin arkade menawarkan kekuatan lebih besar yang membuka peluang baru bagi pengembang.

Tahun 1984 menjadi tahun yang sangat kuat bagi penggemar arkade. Beberapa game hits lahir dan kemudian menjadi fondasi genre populer.

>>> Film Nova MCU Berpotensi Tampilkan Kehancuran Nova Corps oleh Thanos

Berikut lima game arkade dari 1984 yang masih diingat para pemain era itu.

5. Pac-Land

Pada 1984, Pac-Man sudah menjadi waralaba besar. Namco pun ingin memanfaatkan kesuksesan itu dengan menghadirkan Pac-Land, yang digarap oleh programmer Yoshihiro Kishimoto.

Pac-Land mengadopsi kontrol tombol ala Track & Field milik Konami, mengubah Pac-Man menjadi game side-scrolling platformer. Meski masih sederhana dibanding Super Mario Bros.

, game ini membuktikan bahwa genre platformer bisa sukses.

Pemain bisa melompati rintangan dan memakan pellet untuk memakan hantu. Pac-Land menjadi fondasi penting bagi genre platformer meskipun tingkat kesulitannya tinggi.

4. Karate Champ

Data East meluncurkan Karate Champ pada 1984 sebagai game fighting pemain tunggal. Pemain menggunakan dua joystick untuk melakukan 24 serangan berbeda.

Versi Player vs. Player yang dirilis kemudian menjadi revolusioner. Game ini memungkinkan dua pemain bertarung satu lawan satu, menjadi salah satu pelopor genre fighting modern.

Karate Champ memperkenalkan format best of three rounds dan memiliki bonus stage seperti menghindari pot tanaman. Game ini menjadi mesin arkade terlaris pada 1985.

3. Kung-Fu Master

Dikembangkan oleh Irem dan diterbitkan Data East di Amerika Utara, Kung-Fu Master dirancang oleh Takashi Nishiyama. Ia terinspirasi film Jackie Chan untuk menciptakan game ini.

Nishiyama sebelumnya sukses dengan Moon Patrol (1982).

>>> Lineup dan Jadwal Timnas eFootball Indonesia di Asian Games 2026

Ia mengadaptasi gameplay side-scrolling ke dunia seni bela diri, menciptakan genre beat 'em up yang kemudian melahirkan Double Dragon dan Final Fight.

Kung-Fu Master menjadi game terlaris kedua pada 1985 setelah Karate Champ. Meski primitif dibanding standar saat ini, game ini wajib dimainkan di era 80-an.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru