Jason Statham dikenal lewat film-film aksi yang jarang mendapat pujian kritis, namun The Meg (2018) tetap sukses secara komersial dengan meraup USD 529 juta di seluruh dunia.
Sekuelnya, Meg 2: The Trench (2023), mendapat kritik yang lebih keras dan pendapatan lebih rendah, yakni USD 397 juta.
>>> Waralaba Extraction Netflix: Aksi-Thriller Terbaik di Streaming
Meski begitu, film tersebut kini menjadi salah satu film paling populer di Netflix, menempati posisi kedelapan dalam daftar film berbahasa Inggris paling banyak ditonton secara global.
Menurut FlixPatrol, Meg 2: The Trench bahkan memiliki skor penonton 72% di Rotten Tomatoes, lebih tinggi dari film pertamanya yang hanya 44%.
Fenomena ini tidak hanya terjadi di Netflix; sebelumnya film ini juga sukses di Prime Video.
Kesuksesan streaming ini menunjukkan bahwa banyak penonton menonton ulang film tersebut, bukan sekadar menonton pertama kali.
Mengapa Meg 2: The Trench Begitu Menarik?
Kritik terhadap Meg 2: The Trench memang beralasan. Film ini mengutamakan aksi bombastis dengan mengorbankan logika dan pengembangan karakter.
>>> House of the Dragon Tebus Alur Cerita Fire & Blood dan Perbaiki Timeline
Namun, jika penonton menerima film ini sebagai tontonan spektakel tentang hiu raksasa, absurditasnya justru menjadi hiburan tersendiri.
Adegan-adegan seperti Jonas Taylor melawan predator prasejarah dengan jet ski dan senjata improvisasi terasa seperti komedi aksi.
Film ini juga mudah dinikmati karena tidak membutuhkan pengetahuan sebelumnya atau investasi emosional yang mendalam.
Meskipun sukses di streaming, Warner Bros. belum mengonfirmasi sekuel ketiga.
Sutradara Ben Wheatley pun mengaku tidak tahu status proyek lanjutannya.
>>> 7 Anggota Masters of Evil yang Bisa Hancurkan Avengers MCU Saat Ini
Dengan enam novel karya Steve Alten yang belum diadaptasi, sebenarnya masih banyak cerita yang bisa digali.
