⌂ Beranda News X-Men '97 Season 2: Empat Karakter Utama yang Tidak Sesuai dengan Komik

X-Men '97 Season 2: Empat Karakter Utama yang Tidak Sesuai dengan Komik

X-Men '97 Season 2: Empat Karakter Utama yang Tidak Sesuai dengan Komik
Ilustrasi: X-Men '97 Season 2: Empat Karakter Utama yang Tidak Sesuai dengan Komik
A A Ukuran Teks16px

X-Men '97 Season 2 mendapat sambutan positif dari para penggemar. Tiga episode pertama dianggap sangat memukau dan menjadi surat cinta bagi komik X-Men era 90-an.

Namun, di balik kesuksesan tersebut, ada empat karakter utama yang digambarkan kurang tepat menurut versi komik.

>>> Kebangkitan Phineas and Ferb Dikabarkan Tertunda hingga 2027

Beberapa kesalahan ini sudah ramai dibicarakan di media sosial, sementara yang lain lebih halus dan baru terlihat jika memahami komik secara mendalam.

Magneto: Identitas Yahudi yang Terabaikan

Magneto dalam X-Men '97 Season 2 episode 3 digambarkan sebagai sosok yang penuh harapan dan percaya bahwa sejarah bisa ditulis ulang.

Ia bahkan berusaha menebus Apocalypse.

Sayangnya, latar belakang Magneto sebagai seorang Yahudi sama sekali tidak disebutkan. Padahal, episode tersebut berlatar di Mesir kuno, tempat yang sangat relevan dengan sejarah Yahudi.

Seharusnya, identitas Yahudi Magneto bisa menjadi jembatan untuk memahami karakter En Sabah Nur yang dibesarkan sebagai budak. Namun, kesempatan itu terlewatkan begitu saja.

Nightcrawler: Iman Katolik yang Hilang

Nightcrawler adalah seorang Katolik yang taat. Kisah perbudakan Israel di Mesir seharusnya sangat berarti baginya.

Dalam episode 3, Nightcrawler berjalan di zaman Alkitab tanpa menunjukkan rasa kagum atau sukacita yang diharapkan. Ini adalah peluang besar yang terlewatkan.

Serial asli menekankan keyakinan Katolik Nightcrawler, tetapi di X-Men '97 Season 2, imannya seolah dialihkan menjadi keyakinan pada X-Men.

>>> Prime Video Dapatkan Kabar Besar untuk Reboot Basic Instinct Setelah Setahun

Meskipun dapat dimengerti, hal ini terasa kurang pas bagi karakter Kurt Wagner.

Emma Frost: Antagonis Tanpa Sisi Guru

Emma Frost adalah salah satu karakter paling kontroversial di X-Men '97. Dalam komik, ia memulai sebagai penjahat pada 1980, tetapi telah menjadi pahlawan sejak 1994.

Namun, di episode 2, Emma digambarkan sebagai antagonis yang kejam dan egois. Hal ini terasa janggal karena season 1 menunjukkan peristiwa besar yang seharusnya mengubahnya menjadi pahlawan sejati.

Masalah utamanya adalah X-Men '97 menghilangkan sisi Emma sebagai seorang guru. Dalam komik, ia ditebus setelah murid-muridnya dibantai oleh Sentinel.

Tanpa elemen ini, sulit melihat bagaimana Emma bisa ditebus dengan cara yang menarik.

Jubilee: Bukan Lagi Diri Sendiri

Jubilee adalah salah satu karakter favorit penggemar. Namun, di X-Men '97 Season 2, ia seolah menempati peran karakter lain, yaitu Boom Boom.

Dalam komik, Boom Boom adalah gadis skater yang direkrut Cable ke X-Force. Beberapa dialog Jubilee di episode ini lebih mirip dengan gaya Boom Boom.

Cable juga menyebut Jubilee baik-baik saja karena ia telah dilatih olehnya. Padahal, Jubilee sudah menjadi X-Man berpengalaman yang pernah melawan Magneto, Sentinel, dan Omega Red.

>>> Dandadan Mulai Menuju Akhir Cerita Sebelum Season 3 Tayang

Komentar Cable justru merendahkan pengalaman Jubilee sendiri.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru