Marvel Studios kembali menunjukkan superioritasnya dalam menangani waralaba X-Men.
Setelah sekian lama, penjahat yang paling gagal di film-film Fox, Apocalypse, akhirnya mendapatkan penggambaran yang layak di serial animasi X-Men '97.
>>> 5 Penjahat X-Men Era 1970-an yang Jarang Dibahas Penggemar
Film X-Men: Apocalypse (2016) dianggap sebagai salah satu langkah keliru terbesar dalam franchise tersebut.
Penampilan Oscar Isaac sebagai Apocalypse dikritik habis-habisan, terutama karena kostum dan riasan yang buruk, hingga ia sering dibandingkan dengan Ivan Ooze dari Power Rangers.
Kini, X-Men '97 Season 2 yang tayang di Disney+ memberikan penggambaran Apocalypse yang jauh lebih kompleks dan mengerikan.
Serial ini menampilkan perang lintas waktu melawan Apocalypse, mulai dari Mesir Kuno hingga masa depan yang jauh.
>>> Dragon Striker Season 2 Dikonfirmasi, Tayang di Disney+ 2027
Apocalypse di X-Men '97: Lebih dari Sekadar Penjahat
Dalam tiga episode perdana Season 2, penonton diajak menyaksikan transformasi En Sabah Nur dari seorang revolusioner melawan penindasan menjadi tiran yang kejam.
Ini adalah penggambaran paling utuh tentang mengapa Apocalypse adalah salah satu penjahat terbesar di Marvel.
Serial ini tidak hanya memperbaiki kesalahan film Fox, tetapi juga memberikan eksekusi cerita asal-usul dan perang lintas waktu yang lebih baik daripada komiknya sendiri.
Penggemar pun menyambut antusias pendekatan baru ini.
>>> Crunchyroll Rilis Tampilan Baru Anime Ghost of Tsushima: Legends
Dengan X-Men '97, Marvel membuktikan bahwa mereka memahami esensi karakter-karakter X-Men jauh lebih baik. Apocalypse yang dulu menjadi bahan ejekan kini kembali menjadi ancaman yang menakutkan dan berlapis.
