Nasib game Warhammer Blood Bowl yang sempat terancam batal kini terselamatkan. Nacon, penerbit yang tengah mengalami kesulitan keuangan, telah menjual hak atas waralaba Blood Bowl ke Slitherine.
Slitherine adalah penerbit di balik game Warhammer 40,000: Battlesector dan Warhammer 40,000: Gladius – Relics of War.
>>> Keputusan Kontroversial Supergirl Ternyata Lebih Bermakna dari yang Disadari
Mereka tidak hanya mendapatkan lisensi dan hak penerbitan, tetapi juga katalog lama game Blood Bowl.
Lebih penting lagi, Slitherine mengumumkan akan bekerja sama dengan Cyanide Studio untuk melanjutkan pengembangan game Blood Bowl berikutnya.
Cyanide adalah pengembang yang telah membuat game-game Blood Bowl sebelumnya.
Kabar Baik bagi Penggemar Blood Bowl
Blood Bowl adalah gim spin-off Warhammer yang menggabungkan strategi fantasi dengan sepak bola ala Amerika. Seri terbaru, Blood Bowl 3, mendapat ulasan beragam dengan skor Metacritic 60/100.
Meskipun memiliki beberapa kekurangan, gameplay inti Blood Bowl 3 tetap menarik.
>>> 30 Tahun Berlalu, Anime Legendaris Neon Genesis Evangelion Kembali dengan Seri Baru
Dengan Slitherine yang kini memegang kendali, game berikutnya diharapkan mendapat dukungan lebih untuk menghasilkan produk yang lebih baik.
Banyak Game Warhammer Lain dalam Pengembangan
Kabar ini menambah daftar panjang game Warhammer yang sedang dikembangkan.
Beberapa di antaranya adalah Warhammer Survivors, Warhammer Age of Sigmar: Deathmaster, Warhammer 40,000: Dawn of War IV, dan Warhammer 40,000: Boltgun 2.
Selain itu, ada sekuel Space Marine dan versi Warhammer dari seri Total War.
Minat terhadap Warhammer juga meningkat berkat adaptasi media lain, termasuk proyek Henry Cavill untuk Prime Video.
>>> Setelah 5 Tahun, Manga Blue Box Resmi Berakhir Pekan Depan
Keputusan Slitherine menyelamatkan Blood Bowl menunjukkan kepercayaan mereka pada merek Warhammer yang semakin berpengaruh di industri game.