Musim panas biasanya menjadi ajang bagi studio untuk merilis film-film andalan mereka. Namun tahun ini, banyak film yang gagal memenuhi ekspektasi box office.
Setelah Supergirl yang debut dengan US$68 juta secara global, giliran Minions & Monsters yang mengecewakan.
Film animasi Illumination ini hanya meraup US$61,4 juta dalam lima hari pertama penayangannya di Amerika Serikat.
Angka tersebut jauh di bawah proyeksi awal yang mencapai US$80 juta. Bahkan, pendapatan itu menjadi yang terendah dalam sejarah franchise Despicable Me.
Perbandingan dengan Film Sebelumnya
Minions (2015) meraup US$145,5 juta, Despicable Me 2 (2013) US$143 juta, dan Minions: The Rise of Gru (2022) US$140,6 juta.
Sementara Despicable Me 4 (2024) mendapat US$122,6 juta, Despicable Me 3 (2017) US$99 juta, dan Despicable Me (2010) US$72 juta.
Minions & Monsters hanya mampu mengumpulkan US$61,4 juta, menjadikannya pembukaan terendah di antara semua film utama franchise tersebut.
Faktor Penyebab dan Prospek ke Depan
Beberapa faktor disebut menjadi penyebab keterpurukan ini. Hari Kemerdekaan AS jatuh pada hari Sabtu, sehingga banyak keluarga sibuk bepergian.
Selain itu, Piala Dunia yang masih berlangsung juga mengalihkan perhatian penonton.
Kedekatan rilis dengan Toy Story 5 yang baru tayang dua pekan sebelumnya juga disebut memengaruhi.
Meski begitu, Minions & Monsters mendapat ulasan positif dengan skor 91% di Rotten Tomatoes, tertinggi dalam sejarah Illumination.
Dengan anggaran produksi hanya US$85 juta, film ini tidak perlu menjadi blockbuster untuk meraih untung. Jika mampu bertahan di bioskop, Minions & Monsters masih berpotensi sukses.
Tidak ada film keluarga besar lain yang akan rilis dalam waktu dekat, kecuali remake live-action Moana pekan depan.
Dengan Toy Story 5 yang mulai menurun, Minions & Monsters bisa menjadi tontonan utama keluarga sepanjang Juli.