⌂ Beranda News 6 Cara Mortal Kombat III Harus Lebih Baik dari Film Kedua

6 Cara Mortal Kombat III Harus Lebih Baik dari Film Kedua

6 Cara Mortal Kombat III Harus Lebih Baik dari Film Kedua
A A Ukuran Teks16px

Mortal Kombat II memang lebih baik dari film pertamanya, tetapi masih jauh dari sempurna.

Jika sekuel ketiga diproduksi, ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki agar lebih kuat dari dua film sebelumnya.

>>> Godzilla dan Knull Bersatu untuk Menaklukkan Multiverse dalam Komik Marvel Terbaru

Meskipun belum ada konfirmasi resmi, penggemar berharap Mortal Kombat III bisa mengatasi kelemahan yang ada. Berikut enam cara yang bisa dilakukan.

Kurangi Latar Belakang CGI

Salah satu kelemahan Mortal Kombat II adalah penggunaan latar belakang berbasis green screen yang berlebihan. Hal ini membuat adegan terasa steril dan tidak terhubung dengan dunia nyata.

Jika Mortal Kombat III jadi dibuat, sebaiknya pembuat film lebih mengutamakan lokasi nyata yang sesuai dengan karakter petarung.

Atau setidaknya, latar CGI harus ditingkatkan kualitasnya agar lebih memukau secara visual.

Perbaiki Penceritaan dan Karakter

Film pertama memiliki cerita yang membosankan, sementara sekuelnya terlalu terburu-buru dengan terlalu banyak karakter dan alur. Mortal Kombat III perlu fokus pada pertarungan tanpa mengorbankan pengembangan karakter.

>>> Film Resident Evil Zach Cregger Tampilkan Desain Zombie Terbaru

Karakter seperti Johnny Cage dan Kitana sudah cukup berkembang, tetapi yang lain masih dangkal. Scorpion (Hiroyuki Sanada) layak mendapat porsi lebih besar karena aktingnya yang kuat.

Kurangi fan service yang berlebihan. Meskipun menyenangkan bagi penggemar, terlalu banyak referensi bisa mengganggu penonton umum.

Keseimbangan perlu ditemukan.

Adegan pertarungan di Mortal Kombat II memang lebih banyak, tetapi terasa ringan dan kurang berdampak. Penggunaan efek praktis dan aksi yang lebih realistis bisa membuat pertarungan lebih mengena.

Terakhir, kurangi eksposisi dan perbanyak pertarungan. Penonton datang untuk melihat aksi, bukan dialog panjang.

>>> Edisi Perdana Shonen Jump Dilelang, Jadi Buruan Penggemar Manga

Seperti dalam game, karakter lebih banyak bicara dengan tinju mereka.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru