Film Supergirl memulai debutnya di bioskop dengan angka yang mengecewakan, memicu tanggapan dari bos DCU, Peter Safran.
Film tersebut hanya mengumpulkan pendapatan domestik sebesar $38 juta pada akhir pekan pertama penayangannya, dan $68 juta secara global.
>>> 5 Waralaba Fantasi Ikonik yang Layak Mendapat Perlakuan Lebih Baik
Angka ini jauh di bawah ekspektasi, bahkan kalah dari film Superman yang meraup $125 juta domestik dan $220 juta global pada pembukaan akhir pekan.
Lebih lanjut, Supergirl menempati posisi kedua di tangga box office, kalah dari Toy Story 5 yang sudah memasuki pekan kedua penayangan.
Safran menyatakan bahwa meskipun hasil ini mengecewakan, hal tersebut tidak akan mengubah arah produksi DCU.
“Meskipun Supergirl tidak memenuhi ekspektasi box office kami, ini hanyalah salah satu komponen dari strategi jangka panjang yang lebih luas di DC Studios yang tetap kami yakini,” ujar Safran kepada New York Times.
Performa Supergirl yang rendah ini menjadi sorotan, mengingat ini adalah film kedua dalam lini masa DCU yang baru di bawah arahan James Gunn dan Peter Safran.
Target awal film ini adalah sekitar $50 hingga $55 juta, namun angka finalnya jauh meleset dari perkiraan tersebut.
Beberapa faktor diduga berkontribusi pada rendahnya perolehan ini, termasuk penerimaan yang terpolarisasi dan kemungkinan adanya *review bombing* di awal.
>>> 11 Tahun Berlalu, Anime 'Chivalry of a Failed Knight' Kembali dengan Rilis Fisik Baru
Secara kritis, film ini mendapat skor 56% di Rotten Tomatoes, meskipun skor penontonnya lebih baik di angka 77%.
Safran menekankan bahwa ada rencana besar yang sedang berjalan, dan Supergirl hanyalah bagian dari keseluruhan rencana tersebut.
Berbeda dengan Superman yang mendapat skor kritis 83% dan skor penonton 90%, Supergirl dinilai lebih gelap dan kurang berwarna.
Hal ini sejalan dengan visi Gunn yang ingin setiap film memiliki identitas berbeda, tidak seperti pola yang sering dikeluhkan pada Marvel Cinematic Universe.
Film DCU berikutnya, Clayface, akan bergenre *body horror* dengan anggaran yang relatif rendah untuk film komik, yaitu $40 juta.
Selanjutnya, Superman akan kembali hadir dalam Superman: Man of Tomorrow, yang diharapkan dapat menarik kembali penggemar yang menyukai film Superman sebelumnya.
Titik impas (breakeven point) untuk Supergirl diperkirakan sekitar $300 hingga $375 juta, dan masih ada kemungkinan film ini akan menunjukkan performa yang lebih baik seiring waktu, terutama saat dirilis di layanan streaming dan video rumahan.
>>> Adaptasi Philip K. Dick Netflix Akan Bersaing dengan Silo dan Fallout
Namun, persaingan ketat di box office tahun ini, dengan dominasi film horor dan animasi, menjadi tantangan tambahan bagi momentum Supergirl.
