Vegeta, salah satu karakter paling populer dalam Dragon Ball, dikenal karena perjalanan karakternya yang luar biasa dari seorang penjahat menjadi pahlawan.
Salah satu momen paling berkesan dalam kisah Vegeta terjadi di Dragon Ball Z Episode 86, "The End of Vegeta," setelah ia dikalahkan oleh Frieza.
>>> 3 Game NES Legendaris yang Baru Rilis di Konsol Modern
Saat berada di ambang kematian, Vegeta menyampaikan monolog yang dianggap banyak penggemar sebagai kutipan terhebat dalam sejarah anime.
Monolog Kematian Vegeta Menunjukkan Perkembangan Karakternya
Vegeta mengalami pasang surut selama berada di Namek. Ia beberapa kali didorong ke ambang kematian, namun selalu bangkit lebih kuat.
Namun, semua pertumbuhan dan keberanian Vegeta sia-sia saat berhadapan dengan kekuatan luar biasa Frieza.
Pertarungan melawan Frieza justru menjadi momen penting bagi Piccolo dan Gohan, bukan Vegeta.
Sebaliknya, puncak penampilan Vegeta terjadi saat titik balik ketika pertarungan berubah menjadi duel apokaliptik.
Vegeta tersingkir oleh bentuk keempat Frieza, dan Goku tiba tepat waktu untuk mendengar kata-kata terakhirnya.
Ini menjadi kesempatan pertama Vegeta untuk berbicara dari hati dan terlihat sebagai manusia sejati.
Kata-katanya kepada Goku bukanlah skema untuk mengulur waktu, melainkan upaya untuk mengevaluasi dirinya sendiri saat menerima kenyataan bahwa ia akan mati.
Vegeta menghadapi dan menerima kegagalannya tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi juga terhadap bangsa Saiyan.
Kata-kata emosionalnya sarat dengan kemarahan dan keinginan agar Goku berhasil di tempat ia gagal, namun juga dipenuhi kerendahan hati.
Yang membuat momen ini begitu kuat adalah Vegeta menitikkan air mata, sesuatu yang bahkan Goku tidak lakukan di Dragon Ball Z.
Monolog jujur Vegeta berakhir dengan kejam ketika Frieza menghabisinya.
Sebelumnya, bantuan Vegeta kepada para pahlawan selalu bersifat transaksional dan untuk keuntungan pribadi.
Semua itu berubah dengan pidato ini, yang menjatuhkan kepura-puraan dan memperlihatkan jiwa Vegeta dengan cara yang langka.
Kata-kata mentah Vegeta melampaui pidato kematian Piccolo kepada Gohan, yang sebelumnya menjadi puncak monolog Dragon Ball.
