Meski penggemar RTS keras mengkritik Halo Wars sebagai interpretasi yang sangat mendasar, game ini tetap menghormati genre dengan desain peta dan kontrol pasukan yang baik.
Ini adalah adaptasi Halo yang hampir tunggal dalam genre RTS.
3. Halo Wars 2
Halo Wars 2 meningkatkan segala hal dari pendahulunya, termasuk memperkenalkan faksi baru yang menjadi fokus Halo Infinite: The Banished.
Dipimpin oleh Atriox, Brute yang cerdas secara strategis, kelompok Covenant pemberontak ini menjadi daya tarik utama.
Kisahnya menampilkan karakter dari Halo Wars pertama yang bertahan melawan The Banished di The Ark dari Halo 3.
>>> Witch Hat Atelier Akhiri Musim Pertama dengan Cliffhanger, Belum Ada Konfirmasi Season 2
Fitur baru seperti Terminus Firefight memungkinkan mode ko-op RTS yang masih menyenangkan dimainkan.
Gameplay menjadi lebih mulus, memudahkan kontrol pasukan. Ekspansi seperti Awaken the Nightmare menambahkan konten, termasuk kembalinya The Flood sebagai faksi mengerikan.
Pemimpin baru, AI musuh yang lebih baik, serta variasi peta dan mode menjadikan Halo Wars 2 sebagai edisi non-FPS Halo terbaik.
Pembaruan pasca-rilis juga membantu, meski beberapa pemain menganggapnya RTS yang lebih 'dangkal' dibanding Starcraft 2.
Kurangnya replayability dan multiplayer online yang sepi mengurangi nilainya, tetapi Halo Wars 2 tetap menjadi contoh bagus bagaimana waralaba ini bisa bercabang.
2. Halo 3: ODST
Sejak jazz lembut mulai diputar di Halo 3: ODST, nada permainan terasa berbeda.
Game ini menempatkan pemain sebagai Orbital Drop Shock Trooper, bukan Spartan super-soldier, menjelajahi kota Mombasa yang gelap dan sunyi.
Dengan suasana noir dan detektif, ODST menawarkan perspektif baru tentang perang melawan Covenant.
Pemain harus bertahan hidup dengan sumber daya terbatas, memecahkan petunjuk, dan menghadapi musuh yang lebih menakutkan tanpa kekuatan Spartan.
Mode Firefight yang ikonik juga lahir di sini, memungkinkan pemain bertahan melawan gelombang musuh.
ODST dianggap sebagai salah satu spin-off Halo terbaik karena cerita yang intim, atmosfer yang kuat, dan gameplay yang menantang.
1. Halo: Reach
Halo: Reach adalah prekuel langsung dari Halo: Combat Evolved, menceritakan kisah tragis jatuhnya planet Reach.
Pemain berperan sebagai Noble 6, anggota tim Spartan super-elit yang bertahan melawan invasi Covenant.
Game ini menggabungkan elemen mainline dengan kebebasan spin-off, menawarkan kustomisasi Spartan yang mendalam dan mode multiplayer yang sangat populer.
Kampanye emosionalnya dianggap salah satu yang terbaik dalam seri Halo.
Meskipun secara teknis bukan spin-off murni karena terkait erat dengan cerita utama, Reach sering dianggap sebagai game non-utama karena fokusnya pada karakter baru dan akhir yang tragis.
>>> Disney Pernah Ingin Beli James Bond, Tapi Gagal
Dengan gameplay yang solid, cerita yang kuat, dan multiplayer yang adiktif, Halo: Reach layak menduduki peringkat teratas.