Assassin's Creed: Black Flag Resynced, versi remake dari game bajak laut populer, akan menghadirkan kembali sistem yang tidak disukai banyak pemain: DRM Denuvo dan keharusan memiliki akun Ubisoft.
Keputusan ini menuai kritik karena dianggap menambah hambatan bagi pemain yang hanya ingin menikmati game secara langsung.
>>> Kagurabachi Rilis Teaser Anime Baru di Tengah Hiatus Manga
Denuvo DRM dan Akun Ubisoft Jadi Syarat Bermain
Ubisoft mengonfirmasi bahwa pemain harus membuat akun Ubisoft untuk memainkan Black Flag Resynced, sama seperti versi asli tahun 2013.
Selain itu, game ini juga akan menggunakan Denuvo DRM, sebuah teknologi anti-tamper yang dirancang untuk mencegah pembajakan dan modding.
Pemain PC harus menghubungkan akun Ubisoft dengan Steam dan menyetujui lisensi pihak ketiga sebelum bisa bermain.
Denuvo DRM juga memberlakukan batasan aktivasi lima kali per hari, yang bisa menjadi masalah bagi pemain yang sering menginstal ulang game.
>>> Netflix Resmi Adaptasi Novel Fantasi Laris The Everlasting sebagai Pengganti Shadow and Bone
Kritik Pemain Terhadap Pembatasan Akses
Banyak pemain kecewa karena sistem ini dianggap tidak perlu dan hanya mempersulit akses ke game yang seharusnya bisa dimainkan secara offline.
Mereka berpendapat bahwa Denuvo DRM seringkali gagal mencegah pembajakan, seperti yang terjadi pada game-game sebelumnya seperti Far Cry 6 dan Assassin's Creed Valhalla.
Selain itu, larangan modding juga dianggap merugikan komunitas, karena modding seringkali memperpanjang umur game dan memperkaya pengalaman bermain.
>>> Superman #123: Uji Coba untuk Karakter Sampingan Terpenting Superman
Keputusan Ubisoft ini dinilai bertentangan dengan keinginan pemain yang hanya ingin membeli dan memainkan game tanpa hambatan.