Pokémon bukan sekadar waralaba hiburan terpopuler di dunia, tetapi juga bisa menjadi investasi cerdas. Seorang kolektor mengaku pernah membiayai pernikahan dan membeli mobil dari hasil jual-beli kartu Pokémon.
Namun, tidak semua orang memiliki akses ke bot belanja atau bersedia mengantre semalaman di toko. Kabar baiknya, ada cara lain untuk memulai tanpa harus mengeluarkan modal besar.
>>> Kreator Kagurabachi Buka Suara soal Hiatus Mendadak di Shonen Jump
Kuncinya adalah menjadikan investasi ini sebagai proses jangka panjang, bukan skema cepat kaya. Berikut empat aturan yang bisa diikuti.
Pilih Kartu Favoritmu
Charizard, Pikachu, dan Mewtwo adalah pilihan populer. Namun, jika kamu tidak menyukai Magikarp, jangan memaksakan diri membeli kartu tersebut hanya karena tren.
Kolektor berpengalaman menyarankan untuk membeli kartu yang benar-benar disukai. Dengan begitu, saat harga belum naik, kamu tetap menikmati koleksimu.
Contohnya, ia pernah mengoleksi kartu VS edisi Jepang yang jarang diketahui. Setelah bertahun-tahun, ia menjual Karen's Umbreon dan hasilnya sudah menutupi sebagian besar modal.
Jangan Ikuti Hype
Dunia Pokémon bergerak sangat cepat.
Setiap pekan, influencer sering mempromosikan kartu baru sebagai barang panas—padahal mereka mungkin sudah memiliki stok kartu tersebut.
Hindari hype dengan menilai sendiri set baru.
Contohnya, set Perfect Order dianggap lemah karena tidak memiliki kartu top, tetapi penggemar Meowth atau Clefable justru melihat nilai di dalamnya.
>>> 5 Dewa yang Cocok untuk God of War: Laufey
Akibatnya, set tersebut tetap sulit ditemukan di pasaran. Belilah apa yang kamu suka, dan jika beruntung, algoritma sosial akan membuat kartu favoritmu bernilai tinggi.
Kesabaran Itu Kunci
Banyak investor baru membeli produk yang sedang hype lalu mencoba menukarnya dengan barang yang lebih dicari. Mereka tidak sabar menunggu nilai produknya naik.
Padahal, di Pokémon, hampir semua produk sealed cenderung naik seiring waktu. Kesabaran juga berarti menunggu harga turun sebelum membeli.
Pola umum di pasar Pokémon adalah kartu naik karena hype, turun setelah enam bulan, lalu naik lagi. Menunggu momen turun membantu mendapatkan harga realistis.
Namun, beberapa kartu seperti Pikachu ex memiliki 'hype-armor' dan hanya terus naik.
Ingat, Sukses Itu Subjektif
Tips di atas tidak menjamin kamu akan kaya raya, tetapi membantu menghindari rasa kecewa saat nilai kartu turun.
Pada akhirnya, ini adalah hobi yang harus dinikmati.
>>> Battle of the Gullet Spektakuler, Tapi Belum Kalahkan Episode Pertempuran Terbaik Game of Thrones
Jika satu-satunya nilai kartu adalah uang, mungkin lebih baik berinvestasi di bursa saham.