Valve secara resmi mengumumkan akhir dari era Steam Machine.
Perangkat yang dirancang sebagai komputer portabel untuk bermain game di televisi ini menghadapi kenyataan pahit akibat lonjakan harga yang signifikan.
>>> 8 Film Thriller Klasik yang Tetap Memukau Hingga Kini
Model dasar Steam Machine akan dibanderol mulai dari $1.049 untuk konfigurasi 512GB tanpa kontroler. Varian yang lebih tinggi dengan kontroler dan penyimpanan 2TB bahkan mencapai $1.428.
Harga yang melambung tinggi ini telah membuat banyak calon pembeli mundur. Padahal, Steam dikenal sebagai platform gaming PC yang terjangkau berkat diskon dan game gratisnya.
Kenaikan Harga Akibat Kelangkaan Komponen
Awalnya diumumkan pada November 2025, Steam Machine ditawarkan sebagai solusi gaming yang terhubung langsung ke TV.
Namun, Valve menyatakan ingin membuat perangkat ini menguntungkan, yang menyiratkan harga lebih tinggi.
Kenaikan harga hingga lebih dari $1.000 ini jauh melampaui rencana awal Valve. Perusahaan mengonfirmasi bahwa biaya produksi meningkat drastis akibat mahalnya harga RAM dan komponen PC lainnya.
Laporan menyebutkan bahwa harga asli yang direncanakan untuk Steam Machine jauh lebih terjangkau, sekitar $750.
Namun, kelangkaan global RAM, yang sebagian besar disebabkan oleh investasi besar-besaran di bidang kecerdasan buatan (AI), turut mendongkrak harga komponen kritis lainnya.
>>> 5 Film Perang yang Jarang Dibicarakan Namun Layak Ditonton
Menanggapi situasi ini, Lawrence Yang, UI Designer Steam Machine, menyatakan rasa ingin tahunya terhadap reaksi publik. "Kami berada di waktu yang berbeda sekarang dibandingkan beberapa bulan lalu...
semua harga naik," ujarnya.
Dampak pada Steam Deck dan Masa Depan Valve
Masalah kelangkaan komponen ini tidak hanya berdampak pada Steam Machine, tetapi juga pada Steam Deck.
Produksi Steam Deck versi LCD secara resmi dihentikan pada tahun 2026, membuatnya semakin sulit didapatkan dalam kondisi baru.
Meskipun Steam Deck sempat menjadi kejutan besar bagi Valve, kendala teknis yang sama diperkirakan akan memengaruhi potensi penerusnya.
Hal ini membuat Valve kemungkinan besar tidak akan merilis perangkat hybrid baru dalam waktu dekat.
Dengan harga Steam Machine yang sangat tinggi, banyak gamer mungkin akan memilih untuk tetap menggunakan perangkat keras yang sudah mereka miliki.
>>> Penulis Reboot Tom and Jerry Ungkap Alasan Baru di Balik Perseteruan Kucing dan Tikus
Situasi ini menandai tantangan besar bagi Valve dalam upayanya beralih ke industri perangkat keras.