Pada akhir 1970-an, Kenner sukses besar dengan mainan Star Wars. Ketika Alien karya Ridley Scott akan dirilis pada 1979, perusahaan itu kembali optimis.
Namun, Kenner salah perkiraan.
>>> Pokémon Resmi Umumkan Serial Baru Tayang 2027
Mereka mengira Alien akan mendapat rating PG seperti Star Wars, sehingga meluncurkan action figure Xenomorph yang sangat realistis.
Saat mengetahui film tersebut justru mendapat rating R, Kenner panik. Mereka meminta 20th Century Fox untuk mengedit ulang Alien agar sesuai standar PG.
Permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh Fox. Akibatnya, mainan Xenomorph tetap dirilis, tetapi tidak laris seperti mainan Star Wars.
Kesalahan Persepsi Kenner
Kenner mengira Alien akan menjadi fenomena serupa Star Wars. Padahal, kedua film sangat berbeda dalam gaya dan nada.
>>> 10 Anime Seru yang Cocok Ditonton Akhir Pekan untuk Relaksasi
Star Wars adalah petualangan luar angkasa ramah keluarga, sementara Alien adalah film horor yang mencekam dengan rating R penuh darah dan kekerasan.
Kenner berharap Xenomorph bisa menjadi ikon seperti Darth Vader, tetapi desainnya yang mengerikan justru membuat anak-anak takut.
Dampak Jika Alien Dipotong
Jika Fox menyetujui permintaan Kenner, Alien kemungkinan besar akan kehilangan esensi horornya. Adegan ikonik seperti chestburster dan pertemuan di ventilasi akan diredam.
Film yang sudah dipotong itu mungkin tidak akan sukses dan bahkan dikritik habis-habisan. Waralaba Alien yang panjang pun mungkin tidak akan pernah ada.
>>> Trailer Resmi The Room Returns: Bob Odenkirk Bintangi Remake Tanpa Anggaran
Keputusan Fox mempertahankan rating R terbukti tepat. Alien tetap menjadi salah satu film horor fiksi ilmiah paling berpengaruh sepanjang masa.