⌂ Beranda News Jika Marathon Gagal, Apa yang Terjadi pada Bungie?

Jika Marathon Gagal, Apa yang Terjadi pada Bungie?

Jika Marathon Gagal, Apa yang Terjadi pada Bungie?
Tampilan game Marathon dari Bungie
A A Ukuran Teks16px

Namun, hal ini membuat frustrasi penggemar yang telah bertahun-tahun berinvestasi di dunia tersebut.

Bungie Perlu Menarik Lebih Banyak Pemain ke Marathon

Masalah bagi Marathon adalah ia berjuang melawan arus.

Game ini telah mengembangkan basis pemain yang solid, tetapi upaya untuk memperluasnya melalui akhir pekan gratis atau pembaruan musiman gagal meningkatkan jumlah pemain secara signifikan.

Keputusan Bungie untuk menghentikan dukungan Destiny 2, meskipun ambisi tim untuk terus mendukung game tersebut, telah membuat marah basis penggemar setia.

Jumlah pemain Destiny 2 juga melebihi Marathon, menunjukkan bahwa pemain belum beralih ke game baru seperti yang diharapkan.

Sony telah mengonfirmasi akan terus mendukung Marathon untuk waktu dekat, tetapi hal ini menimbulkan pertanyaan tentang apa yang akan terjadi setelah Marathon selesai.

Mungkin Sony tidak akan menanamkan investasi lebih banyak ke pengembang, meninggalkan Bungie untuk dialihfungsikan, dijual, atau ditutup.

Kekhawatiran ini nyata, terutama karena pesaing Sony, Microsoft, telah melakukan hal serupa terhadap studio yang tidak memenuhi target pengembalian.

Jika Sony mengambil pendekatan serupa, perusahaan sekelas Bungie pun bisa terancam.

Agar Bungie bertahan, Marathon harus menjadi game yang lebih menarik.

Seperti dijelaskan Ruppert, Marathon hanya perlu cukup sukses untuk membuat Sony senang, sehingga Bungie bisa terus mengembangkan game hingga menghasilkan hit berikutnya seperti Destiny atau Halo.

Kekhawatirannya adalah kondisi industri saat ini tidak memberikan banyak ruang untuk kesabaran agar sebuah game bisa berkembang menjadi hit jika tidak langsung sukses.

>>> 10 Detail di Friends yang Tidak Masuk Akal

Marathon setidaknya diberi cukup waktu untuk mencoba membangun momentum, tetapi masa depan studio tetap mengkhawatirkan.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru