⌂ Beranda News Perang Konsol Kembali Memanas? Sony dan Microsoft Tarik Game Eksklusif

Perang Konsol Kembali Memanas? Sony dan Microsoft Tarik Game Eksklusif

Perang Konsol Kembali Memanas? Sony dan Microsoft Tarik Game Eksklusif
Ilustrasi perang konsol antara PlayStation dan Xbox
A A Ukuran Teks16px

Setelah beberapa tahun terasa mereda, perang konsol antara Sony dan Microsoft kembali memanas.

Kedua raksasa game ini mulai memprioritaskan platform mereka sendiri dan menarik game eksklusif dari platform lain.

>>> Film Fiksi Ilmiah Terbaik Netflix 2026 Kalahkan Thriller $200 Juta Russo

Sony dilaporkan tidak lagi merilis game first-party mereka di Steam.

Sebelumnya, judul-judul besar seperti God of War, The Last of Us, dan Ghost of Tsushima bisa dinikmati di PC setelah masa eksklusivitas di PS5 berakhir.

Dengan penarikan ini, pemain PC kemungkinan tidak akan bisa memainkan game seperti Marvel's Wolverine atau God of War: Laufey.

Nasib game multipemain selain Helldivers 2 juga masih belum jelas.

Microsoft Juga Seleksi Game untuk PS5

Di sisi lain, Microsoft yang sebelumnya gencar merilis game ke berbagai platform, kini mulai selektif. Gears of War: E-Day dan Clockwork Revolution dipastikan tidak akan hadir di PS5.

>>> Winds of Winter: Mengapa Penggemar Sudah Menunggu 16 Tahun untuk Buku Game of Thrones Berikutnya

Meskipun Halo: Campaign Evolved dan Fable masih akan dirilis di PS5, kekhawatiran muncul bahwa ini mungkin game Xbox terakhir yang meluncur di banyak platform.

Dampak terbesar dari perang konsol ini adalah aksesibilitas bagi pemain.

Dengan harga konsol dan game yang terus naik, pemain harus berinvestasi penuh di satu platform untuk menikmati game-game besar.

Persaingan memang bisa mendorong inovasi, tetapi juga menimbulkan frustrasi ketika game terkunci di perangkat keras tertentu.

Pemain PC yang sebelumnya bisa menikmati game Sony dan Microsoft kini kehilangan akses tersebut.

>>> Netflix Resmi Hidupkan Kembali Waralaba Komedi Grown Ups dengan Sekuel Ketiga

Kedua perusahaan tampaknya akan terus memperkuat posisi mereka, meninggalkan para gamer untuk menentukan pilihan. Perang konsol diprediksi akan semakin panas di masa depan.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru