Shrek yang dirilis pada 2001 sukses besar secara finansial dan kritik, menjadi fenomena budaya pop.
DreamWorks kemudian merilis tiga sekuel dan spin-off Puss in Boots, serta film kelima yang dijadwalkan pada 2027.
>>> Sekuel Smile dan A Quiet Place Dikonfirmasi, Waralaba Horor Siap Comeback
Meski Shrek sangat populer, beberapa film DreamWorks lain dinilai lebih baik dari kisah ogre yang jatuh cinta pada putri.
Berikut lima di antaranya.
How to Train Your Dragon (2010)
Film ini menceritakan Hiccup, seorang Viking lemah yang tinggal di zaman di mana Viking membunuh naga.
Setelah alatnya menjatuhkan spesies naga terkenal, ia justru berteman dan belajar menungganginya, hingga para Viking hidup harmonis dengan naga.
How to Train Your Dragon memiliki humor, nada, dan popularitas yang mirip Shrek. Protagonisnya juga seorang outsider yang menjadi pahlawan tak terduga dan menemukan cinta.
Namun, animasinya jauh lebih maju dan tidak kaku.
The Prince of Egypt (1998)
Film pertama DreamWorks ini mengadaptasi kisah Musa dalam Kitab Keluaran. Meski menuai kritik, film ini sukses besar dan memenangkan Oscar untuk Lagu Terbaik lewat "When You Believe".
The Prince of Egypt adalah musikal megah dengan lagu bergaya Broadway dan skor Hans Zimmer.
Film ini mengeksplorasi tema gelap yang jarang diangkat animasi saat itu, dengan perpaduan animasi 2D dan sentuhan 3D yang memukau.
Chicken Run (2000)
Rilis bersama DreamWorks dan Aardman, Chicken Run berkisah tentang sekelompok ayam yang berusaha kabur dari peternakan sebelum diubah menjadi pai.
>>> Seri Anime Baru Karya Eks Art Director Overwatch Debut Juli 2026
Film ini sukses secara finansial dan kritik, namun masih dianggap underrated.
Sebagai salah satu film claymation panjang pertama, Chicken Run unik secara visual dan memiliki semangat pemberontakan dalam penulisan dan tema.
Kaitan dengan Perang Dunia II dan nasib ayam yang dibunuh secara gamblang mengejutkan penonton, namun menyegarkan.