⌂ Beranda News Film 'Flowers in the Attic' 2014 Mendadak Populer di Netflix AS

Film 'Flowers in the Attic' 2014 Mendadak Populer di Netflix AS

Film 'Flowers in the Attic' 2014 Mendadak Populer di Netflix AS
A A Ukuran Teks16px

Film televisi tahun 2014, 'Flowers in the Attic', secara mengejutkan kembali menjadi salah satu tontonan terpopuler di Netflix Amerika Serikat.

Film yang disutradarai oleh Deborah Chow ini berhasil menembus jajaran Top 10 di platform streaming tersebut.

>>> Alasan Pembatalan Reboot Police Academy Versi Key & Peele Terungkap

Film ini merupakan adaptasi dari novel laris karya V. C.

Andrews yang diterbitkan pada tahun 1979.

Awalnya, kemunculan adaptasi ini menimbulkan keraguan mengingat tema yang diangkat cukup berat dan tabu, namun Lifetime berhasil menangani materi tersebut dengan baik.

Kisah Kelam dan Kompleks Empat Saudara

'Flowers in the Attic' mengisahkan empat bersaudara Dollanganger yang hidupnya berubah drastis setelah ayah mereka meninggal. Sang ibu, Corrine (Heather Graham), membawa mereka pindah ke rumah orang tuanya.

Kedatangan mereka disambut dingin oleh nenek mereka, Olivia (Ellen Burstyn).

Para saudara ini kemudian dikurung di loteng rumah nenek mereka dan mulai mengungkap kebenaran kelam di balik keluarga mereka.

Ternyata, ayah mereka adalah paman dari pihak ibu. Untuk mendapatkan kembali kepercayaan keluarga besar, Corrine meninggalkan anak-anaknya di Foxworth Hall, rumah keluarga besar mereka.

Mereka terpaksa hidup di loteng dengan aturan yang sangat ketat selama bertahun-tahun.

Situasi semakin memburuk ketika kakak tertua, Cathy (Kiernan Shipka) dan Chris (Mason Dye), memasuki masa pubertas.

Sementara itu, pertumbuhan si kembar, Carrie (Ava Telek) dan Cory (Maxwell Kovach), terhambat akibat isolasi tersebut.

>>> Fallout Season 3 Umumkan Aktor Baru, Termasuk Bintang Star Wars

Ketergantungan satu sama lain menjadi kunci bertahan hidup mereka di tengah minimnya interaksi dengan dunia luar dan ibu mereka.

Sejarah Novel yang Kontroversial

Novel 'Flowers in the Attic' adalah debut V. C.

Andrews yang diklaim ditulis dalam waktu singkat. Setelah diterbitkan pada 1979, novel ini langsung menjadi bestseller meski menuai kritik karena materi yang dianggap mengerikan.

Buku ini juga sering kali masuk daftar buku yang dilarang atau ditantang, dengan American Library Association melaporkan puluhan upaya sensor di perpustakaan sekolah.

Popularitasnya tidak surut, terbukti dengan lahirnya tiga buku lanjutan dalam 'The Dollanganger Family Series'.

Setelah V. C.

Andrews meninggal pada 1986, Andrew Neiderman melanjutkan penulisan cerita untuk seri ini sebagai penulis bayangan, awalnya untuk menyelesaikan dua buku terakhirnya.

Namun, karena nilai komersial nama Andrews, Neiderman terus menulis cerita baru untuk properti tersebut selama empat dekade.

Meskipun demikian, 'Flowers in the Attic' tetap memiliki daya tarik tersendiri. Bagi yang ingin menyaksikan filmnya, saat ini tersedia di Netflix.

>>> 10 Game Tersulit Era NES yang Resmi Diperingkat

Untuk menonton tiga film sekuelnya, langganan Lifetime Movie Club mungkin diperlukan.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru