Sementara itu, Wrath of the Righteous mengeksplorasi petualangan fantasi epik dan mekanik pertempuran, memanfaatkan keunggulan komputer untuk membuat pengalaman lebih mulus.
Pemain ditugaskan menciptakan petualang biasa, lalu dilempar ke kota yang diserbu iblis dan menjadi pemimpin perang salib.
Ini adalah pengalaman masif yang menuntut pemain untuk memaksimalkan party mereka jika ingin bermain di tingkat kesulitan normal, sambil menguasai mekanik pertempuran massal.
Hasil akhirnya adalah pengalaman epik yang belum bisa ditiru RPG lain.
Final Fantasy 7 Rebirth: Remake yang Sesungguhnya
Final Fantasy 7 Remake adalah game yang sangat baik, tetapi belum sepenuhnya memenuhi janji premisnya.
Midgar terasa seperti penjara dengan cerita dan misi yang sangat terstruktur, serta party kecil yang membuat banyak karakter favorit tidak muncul.
Final Fantasy 7 Rebirth lebih mendekati remake yang diinginkan penggemar.
Dunianya luas dan penuh aktivitas, party lebih besar, dan sistem pertempuran yang diperluas membuat pertarungan terasa lebih menarik.
Diharapkan Final Fantasy 7 Revelation akan menyelesaikan cerita dan memberikan bagian terakhir yang telah ditunggu selama satu dekade.
Dragon Quest 11: JRPG Paling Epik
Sangat disayangkan franchise Dragon Quest kesulitan menemukan audiens di luar Jepang, karena mereka termasuk JRPG terbaik sepanjang masa.
Namun, pendapat tentang Dragon Quest berubah seiring waktu, berkat Dragon Quest 11: Echoes of an Elusive Age.
Game ini memiliki kampanye yang sangat besar, terutama dalam versi remaster terbarunya.
>>> Matt Damon Ungkap Strategi Syuting Ekstrem Christopher Nolan di The Odyssey
Echoes of an Elusive Age mengikuti formula Dragon Quest biasa tentang pahlawan legendaris yang harus menyelamatkan dunia, tetapi tetap menarik melalui karakter, cerita sampingan, dan mini-game yang sangat baik.