Para penggemar RPG sudah lama mendambakan game dunia terbuka berlatar semesta Avatar: The Last Airbender. Namun, hingga kini belum ada pengembang yang berhasil mewujudkannya.
Proyek ambisius dari Paramount Games yang dikabarkan sedang digarap pun akhirnya dibatalkan. Kini, secercah harapan datang dari Pathea Games lewat The God Slayer.
>>> 4 Tahun Lalu, Serial Animasi Kontroversial Netflix Tayang Perdana
Sejarah Kelam Game Avatar yang Gagal
Waralaba Avatar telah melahirkan banyak game, tetapi sebagian besar adalah game aksi-petualangan kecil atau game seluler. Tidak ada yang benar-benar menghadirkan pengalaman RPG mendalam yang diidamkan fans.
Beberapa waktu lalu, beredar kabar tentang pengembangan RPG Avatar dunia terbuka oleh Paramount Games. Game itu direncanakan berlatar masa lalu dan memungkinkan pemain menguasai keempat elemen.
Sayangnya, proyek tersebut akhirnya dibatalkan setelah bertahun-tahun dikembangkan. Kembali, franchise yang sempurna untuk mekanisme RPG gagal mendapatkan adaptasi yang layak.
Mengapa Avatar Cocok untuk RPG
Semesta Avatar memiliki hampir semua bahan untuk RPG hebat: empat bangsa sebagai titik awal, teknik bending sebagai build karakter, dan ketegangan politik yang memungkinkan misi bercabang serta banyak akhir cerita.
Fans ingin menjadi bagian dari dunia itu, bukan sekadar mengulang peristiwa dari serial. Game RPG dunia terbuka dengan karakter ciptaan sendiri adalah cara terbaik untuk mewujudkannya.
Sayangnya, belum ada game Avatar yang sepenuhnya merangkul kebebasan dan kedalaman RPG modern. Pembatalan terbaru hanya mempertegas celah di pasar.
The God Slayer: Alternatif Paling Mendekati
The God Slayer adalah RPG dunia terbuka bergaya steampunk Timur yang dikembangkan Pathea Games.
>>> 10 Film Found Footage yang Lebih Baik dari Backrooms
Pemain mengendalikan Cheng, seorang Elemancer yang menggunakan kekuatan elemen berbasis qi untuk membalas dendam terhadap makhluk surgawi yang menghancurkan keluarganya.
Pemain akan menguasai api, air, tanah, logam, dan kayu sambil menjelajahi kota metropolitan dan melawan musuh sekuat dewa.
Sistem elemennya memang menggunakan sistem China, bukan dari Avatar, tetapi kemiripannya sulit diabaikan.
Pertarungan elemen menjadi dasar gameplay, dengan kekuatan yang berinteraksi secara dinamis dengan lingkungan.
Api membakar kayu, air memadamkan api, uap terbentuk dari air panas, dan tanah bisa menghalangi serangan.
Game ini juga menawarkan berbagai faksi, banyak pendekatan dalam misi, intrik politik, dan kota terbuka yang dipenuhi sekutu dan musuh.
>>> 5 Kartun Hebat yang Bertahan Terlalu Lama dan Kualitasnya Menurun
Meski bukan game Avatar resmi, The God Slayer mungkin menjadi yang paling mendekati RPG berbasis penguasaan elemen yang diimpikan fans.