Michael Crichton, penulis terkenal di balik Jurassic Park, disebut akan sangat menyukai adaptasi terbaru Lord of the Flies dari Netflix.
Crichton dikenal sebagai penggemar berat novel karya William Golding tersebut.
>>> 5 Waralaba Besar yang Tak Pernah Punya Adaptasi Gim Video
Dalam situs resminya, Crichton pernah menyebut Lord of the Flies sebagai novel yang paling ia kagumi.
Ia menempatkannya di antara karya-karya klasik seperti Mississippi karya Mark Twain dan Northanger Abbey karya Jane Austen.
Kisah Lord of the Flies dan Pengaruhnya
Lord of the Flies terbit pertama kali pada 1954. Novel ini mengisahkan sekelompok anak laki-laki yang selamat dari kecelakaan pesawat dan terdampar di pulau terpencil.
Mereka berusaha bertahan hidup dan membentuk masyarakat dengan hierarki yang brutal. Namun, mereka dengan cepat jatuh ke dalam kebiadaban yang berujung pada kekerasan.
Lebih dari 70 tahun setelah rilis, Lord of the Flies tetap menjadi karya sastra ikonik. Buku ini masih dibaca di sekolah-sekolah dan sering dirujuk dalam cerita-cerita kontemporer.
Adaptasi Netflix yang Hampir Sempurna
Netflix merilis miniseri Lord of the Flies dalam empat episode pada tahun ini. Serial ini mengikuti alur buku aslinya dengan lebih mendetail dibanding adaptasi sebelumnya.
Miniseri ini mendapat rating 91% dari kritikus di Rotten Tomatoes.
Para kritikus memuji akting para aktor muda, termasuk Winston Sawyers sebagai Ralph, Lox Pratt sebagai Jack, dan David McKenna sebagai Piggy.
Namun, penonton memberikan rating lebih rendah, yaitu 58% di Rotten Tomatoes dan 6.6/10 di IMDb. Hal ini mungkin disebabkan oleh materi cerita yang mengganggu.
>>> Serial Sci-Fi Terbaik yang Jarang Ditonton Kembali Hadir, Cocok untuk Penggemar Stargate
Meski ada reaksi beragam, miniseri ini dianggap sebagai salah satu adaptasi terbaik Lord of the Flies. Sebelumnya, sudah ada tiga adaptasi film, yaitu pada 1953, 1975, dan 1990.
Sudah hampir 40 tahun sejak adaptasi besar terakhir, sehingga miniseri 2026 ini dinilai sudah lama dinantikan.
