Serial fiksi ilmiah The Ark akhirnya kembali dengan musim ketiga setelah hampir dua tahun vakum. Musim terbaru ini tayang perdana di jaringan Syfy pada 29 Juli lalu.
Bagi penggemar Stargate, serial ini layak masuk daftar tontonan karena diciptakan oleh Dean Devlin dan Jonathan Glassner, dua nama di balik waralaba Stargate.
>>> 41 Tahun Lalu, Film Pertama Tim Burton Menjadikan Karakter Kultus Ini Mendunia
Kisah The Ark
The Ark berlatar seratus tahun di masa depan, mengikuti sekelompok kolonis di pesawat luar angkasa Ark One. Mereka menuju Proxima Centauri B, rumah baru setelah Bumi hancur.
Namun, perjalanan mereka berubah drastis ketika bencana menewaskan seluruh perwira senior dan sebagian besar kru teknis. Para penyintas harus bekerja sama dan mencari cara untuk bertahan hidup.
Serial ini menghadirkan situasi 'siapa yang bisa menerbangkan pesawat' yang menegangkan, namun dibalut dengan kehangatan dan humor yang membuatnya terasa ringan.
Sentuhan Stargate yang Kental
Meski bukan Stargate, The Ark memiliki elemen manusiawi yang membuatnya mudah dinikmati, mirip dengan Stargate SG-1.
>>> Teori Penggemar: Karakter Rahasia Spider-Man: Brand New Day Perbaiki Masalah No Way Home
Alur ceritanya yang fokus pada karakter dan masalah sehari-hari terasa dekat dan relatable.
Bagi penggemar Stargate yang kecewa dengan pembatalan serial terbaru oleh Amazon, The Ark bisa menjadi pelipur. Atmosfer dan ritme ceritanya memberikan nuansa serupa yang menenangkan.
Musim pertama dan kedua The Ark dapat disaksikan secara gratis dengan iklan di Fandango at Home.
>>> Freakazoid! Butuh Reboot di 2026, Apalagi Setelah Era MCU
Sementara itu, episode baru musim ketiga tayang setiap Rabu pukul 22.00 ET di Syfy.
