Solo Leveling telah menjadi salah satu anime paling populer di generasi modern. Kesuksesannya terbukti dengan sapuan penghargaan di Crunchyroll Anime Awards 2025 pada musim pertamanya.
Anime ini bahkan menjadi anime dengan rating tertinggi di Crunchyroll dengan lebih dari 1 juta ulasan.
>>> Paramount+ Ubah Strategi Konten Setelah Kesuksesan Taylor Sheridan
Banyak yang sulit mempercayai pencapaian tersebut, sehingga alasan di balik popularitasnya layak untuk dibahas.
Ada banyak faktor yang membuat Solo Leveling populer, tetapi tiga hal ini paling mewakili kesuksesannya. Yang terbesar justru jarang diakui oleh para penggemar.
Popularitas Manhwa
Tidak bisa dipungkiri, anime yang sukses biasanya memiliki sumber materi yang kuat. Manhwa Solo Leveling bukan sekadar populer, tetapi menjadi salah satu seri manhwa terbesar.
Dengan memperkenalkan konsep leveling, manhwa ini memicu subkultur baru. Banyak manhwa lain mulai meniru apa yang telah dibangun Solo Leveling.
Para penggemar menyukai ide segar dan energi Jinwoo melalui perkembangan karakternya. Saat anime hadir, mereka sudah sangat antusias menantikan adaptasinya.
A-1 Pictures berhasil memberikan adaptasi yang memuaskan, membuat popularitas waralaba ini semakin meroket.
Animasi Berkualitas Tinggi
Narasi yang hebat tidak akan berarti jika adaptasi animenya buruk. A-1 Pictures tidak hanya setia pada sumber materi, tetapi juga meningkatkannya di setiap kesempatan.
Adegan aksi dalam anime ini dibuat dengan animasi yang halus dan tidak pernah mengecewakan. Kualitasnya terus membaik seiring bertambahnya episode.
Strategi A-1 Pictures memproduksi dua musim dengan jeda satu tahun juga menjadi faktor pendorong popularitas.
>>> Dollhouse Kembali Populer di Streaming, Jadi Pengganti Altered Carbon yang Sukses
Hal ini membuat banyak penggemar terpengaruh saat memberikan suara di Crunchyroll Anime Awards 2025.
Menghadirkan dua musim berkualitas secara beruntun adalah pencapaian luar biasa yang dieksekusi dengan sempurna.
Cerita yang Menyentuh
Banyak kritikus menganggap cerita Solo Leveling biasa saja, dengan karakter yang kurang berkembang selain Jinwoo. Namun, cerita ini sebenarnya berfokus pada perkembangan karakter Jinwoo secara bertahap.
Jinwoo memulai sebagai orang yang tidak punya apa-apa, berjuang untuk menghidupi ibunya yang dirawat di rumah sakit dan berharap adiknya bisa menyelesaikan sekolah.
Ia juga Hunter E-Rank, mungkin yang terlemah di negaranya.
Ketika ia mendapatkan kemampuan untuk naik level dan menjadi lebih kuat, hal itu menciptakan perasaan seperti bermain video game beroktan tinggi.
Setiap pencapaian terasa memuaskan.
Perjalanannya dari orang biasa menjadi pahlawan mencerminkan impian banyak orang. Inilah yang membuat kisahnya terasa seperti cerita coming-of-age yang sempurna.
>>> Tiga Tahun Lalu, "Barbie" Pecahkan Rekor Box Office yang Tak Terjangkau "Wonder Woman"
Meski jarang diakui, narasi yang berpusat pada Jinwoo adalah alasan terbesar mengapa Solo Leveling menjadi salah satu anime modern paling populer.