Kreator Solo Leveling, Chugong, mengungkapkan bahwa ia sempat memiliki rencana cerita yang jauh lebih gelap dibandingkan versi novel ringan dan manhwa.
Dalam sebuah wawancara eksklusif untuk buku seni The Art of Solo Leveling, ia membeberkan proses kreatif di balik dunia Sung Jinwoo.
Alasan Lore Itarim Dihilangkan dari Novel Asli
Chugong merasa konsep asal-usul kekuatan Jinwoo terlalu kelam untuk sebuah serial web novel yang dibaca oleh kalangan pembaca muda.
Dalam konsep awalnya, setiap alam semesta memiliki dewa terpisah bernama Itarim dan manusia masing-masing, sementara seluruh jiwa orang mati berkumpul di satu akhirat.
Para Itarim digambarkan sebagai dewa mirip makhluk Lovecraftian yang amoral serta menciptakan dan menghancurkan alam semesta demi mengatasi kebosanan abadi.
Ia memutuskan untuk hanya menampilkan fenomena tersebut tanpa menjelaskan alasan spesifiknya agar latar belakang dunia tetap menjadi misteri.
Kembalinya Detail Lore di Sekuel dan Game
Meskipun sempat dihilangkan dari cerita utama Jinwoo, elemen-elemen tersebut akhirnya diangkat kembali dalam sekuel novel ringan Solo Leveling: Ragnarok.
Konsep Itarim yang menguasai berbagai alam semesta serta akhirat bersama kini menjadi fokus utama dalam kisah Sung Suho.
Plot tersebut juga mulai terungkap melalui game kanonik mendatang bertajuk Solo Leveling: Karma yang diawasi langsung oleh Chugong.
Rekomendasi
Awas! Sering Dijalani Pekerja Kantoran, Ini Bahaya Mager atau Sedentary Lifestyle
LINE Indonesia Luncurkan Layanan Baru, GOKS Platform Diskon untuk Mahasiswa
MGID Merevolusionerkan Penciptaan Gambar bagi Pengiklan dengan Integrasi Generatif AI
Film Horor Klasik The Sixth Sense Kembali Menjadi Tren di Netflix
Kartu Pokemon Eeveelution Langka Terjual Nyaris USD 600 Ribu di Lelang