⌂ Beranda News Kontroversi Dragon Ball Z Sebelum Tayang di Toonami Amerika

Kontroversi Dragon Ball Z Sebelum Tayang di Toonami Amerika

Kontroversi Dragon Ball Z Sebelum Tayang di Toonami Amerika
Ilustrasi: Kontroversi Dragon Ball Z Sebelum Tayang di Toonami Amerika
A A Ukuran Teks16px

Dragon Ball Z merupakan salah satu waralaba anime terbesar yang berhasil menaklukkan pasar Amerika Utara, dengan kisah Son Goku yang dicintai penonton Barat.

Meskipun kini dikenal melalui sekuel seperti Dragon Ball Super, kedatangan awal Dragon Ball Z di Amerika Serikat pada tahun 1996 penuh dengan tantangan.

>>> Sutradara X-Men '97 Ungkap Arc Cerita Marvel yang Ingin Diadaptasi Selanjutnya

Sensor Ketat untuk Penonton Barat

Untuk menarik audiens muda Amerika, pihak yang membawa anime ini melakukan perubahan signifikan. Adegan berdarah dan kekerasan dalam saga Saiyan dan Frieza disensor secara ekstensif untuk penayangan sindikasi.

Salah satu perubahan paling mencolok adalah penghapusan konsep kematian. Karakter yang seharusnya tewas dalam pertempuran justru diklaim 'dikirim ke dimensi lain'.

Bahkan, konsep akhirat pun diubah. Alih-alih Son Goku tiba di alam baka, para ogre digambarkan tinggal di 'Home For Infinite Losers' (HFIL).

Perubahan lain termasuk mengganti minuman keras menjadi cairan tak dikenal dan mengubah beberapa tampilan karakter, seperti Gohan yang matanya tidak dibuka oleh Turles.

>>> The Artful Dodger Lanjut ke Musim Ketiga, Konfirmasi Nasib Serial

Penayangan Terbatas dan Cliffhanger

Selain sensor, penayangan Dragon Ball Z di Amerika Serikat juga tidak lengkap. Hanya lima puluh tiga episode yang ditayangkan, jauh dari total dua ratus sembilan puluh satu episode.

Penayangan sindikasi berakhir dengan cliffhanger saat Goku tiba di Planet Namek dan bertarung melawan Recoome, Burter, serta Jeice, meninggalkan penonton bertanya-tanya apakah ia telah menjadi Super Saiyan.

Bertahun-tahun kemudian, ketika Dragon Ball Z akhirnya tayang di blok pemrograman Toonami di Cartoon Network, sensornya lebih longgar dan para pengisi suara baru diperkenalkan, termasuk Sean Schemmel dan Christopher Sabat.

>>> Rumor: Spiritfarer Akan Hadir di Nintendo Switch 2

Meskipun awal kedatangannya di Amerika diwarnai kontroversi, hal tersebut menjadi batu loncatan bagi Dragon Ball Z untuk menjadi salah satu anime paling dicintai di Barat.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru