Empat dekade lalu, sebuah game arcade ikonik yang terinspirasi dari monster legendaris seperti King Kong dan Godzilla memulai debutnya.
Game tersebut adalah Rampage, yang tidak hanya sukses di arena permainan tetapi juga melahirkan sebuah waralaba multimedia.
>>> Marvel Rivals Perkenalkan The Hood Sebagai Villain Baru di Musim 9.5
Dirilis pada tahun 1986, Rampage menawarkan konsep unik yang memungkinkan hingga tiga pemain mengendalikan monster raksasa yang tadinya manusia.
Misi mereka adalah menghancurkan gedung-gedung di berbagai kota sambil bertahan dari serangan militer.
Dari Fantasi Film Monster ke Arena Arcade
Keberhasilan Rampage terletak pada kesederhanaannya yang memikat.
Berbeda dari game lain yang menempatkan pemain sebagai pahlawan penyelamat kota, Rampage justru menjadikan pemain sebagai ancaman utama.
Tiga monster yang bisa dimainkan adalah George (gorila raksasa), Lizzie (kadal raksasa), dan Ralph (manusia serigala raksasa).
Tujuan utama pemain adalah menghancurkan semua bangunan di setiap kota sambil menghindari atau menghancurkan pasukan militer yang berusaha menghentikan mereka.
Pemain dapat memanjat gedung pencakar langit, menghancurkan dinding, memakan warga kota, dan melawan serangan musuh.
Inspirasi dari film-film monster klasik sangatlah jelas.
Desainer Brian Colin menyatakan bahwa karakter George terinspirasi dari kekagumannya pada seniman efek stop-motion Willis O’Brien dan Ray Harryhausen, dengan King Kong sebagai pengaruh utama.
Sementara itu, Lizzie yang sering disamakan dengan Godzilla, sebenarnya terinspirasi dari Ymir dalam film '20 Million Miles to Earth' karya Harryhausen.
Meskipun demikian, koneksi Rampage dengan tradisi film monster raksasa yang menghancurkan kota tidak dapat disangkal. Premis visualnya membuat perbandingan dengan Godzilla menjadi tak terhindarkan.
Komitmen pada Kehancuran Total
Yang membuat Rampage istimewa adalah komitmennya terhadap konsep kehancuran. Tidak ada narasi rumit yang mengalihkan perhatian pemain.
Gedung-gedung menjadi rintangan sekaligus target, dan meruntuhkannya menjadi sebuah kepuasan tersendiri.
>>> Trailer Spesial Dirilis untuk Volume Manga Terakhir Black Clover
Game ini mengubah elemen yang biasanya merupakan kegagalan dalam video game, yaitu menghancurkan lingkungan, menjadi tujuan utama.
