Batman sering digambarkan sebagai sosok yang jarang berbicara. Namun, ketika ia berbicara, setiap katanya selalu bermakna, baik berupa kalimat badass maupun monolog emosional yang panjang.
Ada satu dialog yang lebih jujur dan mendefinisikan siapa Dark Knight sebenarnya daripada kalimat lain yang pernah diucapkannya di film.
>>> Avatar: Fire and Ash Jadi Film Sci-Fi Terlaris di Disney+
Itu bukanlah kalimat ikonik "I'm Batman".
Kutipan terbaik Batman justru muncul di momen penting dalam film animasi favorit, Batman: Under the Red Hood.
Kutipan yang Merangkum Rivalitas Batman dan Joker
Film arahan Brandon Vietti tahun 2010 ini merupakan adaptasi dari komik "Under the Hood" karya Judd Winick.
Bruce Wayne (Bruce Greenwood) dibuat terkejut oleh kemunculan Jason Todd yang telah dibunuh Joker.
Jason Todd, yang diisi suaranya oleh Jensen Ackles, kembali dan mengadopsi persona Red Hood. Di klimaks film, ia menghadapkan mantan mentornya sambil menodongkan senjata ke Joker.
Todd bertanya apakah Batman akan kesulitan untuk membunuh musuh bebuyutannya. Batman menjawab dengan tegas, "Tidak!
Demi Tuhan, tidak. Itu terlalu mudah.
Yang kuinginkan hanyalah membunuhnya. Tidak ada hari tanpa aku memikirkan untuk menyiksanya seperti yang dia lakukan pada orang lain, lalu mengakhirinya...
Tapi jika aku melakukannya, jika aku membiarkan diriku masuk ke tempat itu, aku tidak akan pernah kembali."
Kutipan ini mengungkap banyak hal, terutama tentang hubungan antagonis Batman dan Joker. Dinamika mereka menjadi salah satu yang paling banyak dibahas dalam sejarah komik.
Dalam The Dark Knight, Joker versi Heath Ledger juga mengakui bahwa Batman memberi tujuan pada kehidupan kriminalnya, dan sebaliknya.
Dari sudut pandang Batman, perang tanpa akhir ini adalah mimpi buruk yang tak terhindarkan, tetapi ia juga mengakui bahwa itu adalah ciptaannya sendiri.
>>> Dua Game Nintendo yang Dibatalkan 30 Tahun Lalu Akhirnya Rilis di Switch dan Switch 2
Ia ingin mengakhiri teror Joker, tetapi ia tidak bisa membiarkan dirinya melakukannya karena alasan yang justru menunjukkan aspek terpenting dari kutipan tersebut.
