The Matrix, film ikonik garapan Wachowskis yang dibintangi Keanu Reeves sebagai Neo, telah mengubah wajah sinema selamanya.
Namun, menonton ulang film ini di era 2020-an ternyata tidak semudah dulu.
>>> Nathan Fillion & Alan Tudyk Beri Kabar Terbaru Soal Revival Firefly
Beberapa aspek yang dulu dianggap revolusioner kini terasa usang atau bahkan mengganggu. Berikut delapan alasan mengapa The Matrix sulit ditonton kembali saat ini.
Efek Visual yang Mulai Tua
Saat dirilis tahun 1999, efek visual The Matrix dianggap terobosan. Adegan bullet time dan aksi lompatan Neo menjadi ikon.
Namun, dua dekade kemudian, efek tersebut terlihat kurang mulus dibanding standar film modern. Beberapa adegan CGI kini tampak kaku dan mengurangi imersi.
Meski demikian, adegan praktis seperti koreografi tembak-menembak masih tetap mengesankan.
Dialog Filsafat yang Berat
The Matrix sarat dengan dialog filosofis tentang realitas, pilihan, dan takdir. Bagi penonton yang mencari hiburan ringan, adegan diskusi antara Morpheus dan Neo bisa terasa lambat dan membingungkan.
Konsep simulasi dan dunia maya yang diangkat memang mendalam, tetapi tidak semua penonton menikmati penjelasan panjang lebar.
Karakter yang Kurang Berkembang
Meskipun Neo, Morpheus, dan Trinity ikonik, karakter pendukung lainnya terasa datar. Cypher misalnya, motivasinya hanya sebatas ingin kembali ke dunia simulasi yang nyaman.
Pengembangan karakter yang minim membuat beberapa adegan dramatis kehilangan dampak emosional.
Kecepatan Cerita yang Tidak Merata
Babak pertama film berjalan lambat dengan banyak eksposisi. Baru setelah Neo keluar dari Matrix, aksi mulai meningkat.
>>> Empat Pengumuman Marvel di Comic-Con yang Tak Terwujud
Namun, beberapa adegan aksi terasa terlalu panjang, seperti baku tembak di lobi gedung yang berlangsung beberapa menit.
Konsep yang Kini Terasa Biasa
Gagasan tentang realitas simulasi telah banyak dieksplorasi dalam film dan serial lain sejak The Matrix. Akibatnya, twist utama film tidak lagi mengejutkan.
Penonton baru mungkin sudah terbiasa dengan tema serupa, sehingga The Matrix kehilangan faktor kejutannya.
