Star Wars akhirnya mengungkapkan bagaimana Rey berencana mengubah Jedi Order. Melalui novel terbaru berjudul Star Wars: Legacy, penggemar mendapatkan gambaran pertama tentang visi Rey terhadap Jedi.
Novel yang ditulis Madeleine Roux ini berlatar antara peristiwa The Last Jedi dan The Rise of Skywalker. Buku tersebut berfokus pada hubungan master-padawan antara Leia dan Rey.
>>> Tom Holland Sebut Spider-Man: Brand New Day Lebih Dewasa dan Relatable
Dalam petualangan mereka ke planet legendaris Tython, Rey dan Leia menemukan holocron yang mengungkap sejarah Jedi 5.000 tahun lalu.
Rey pun mulai merenungkan kegagalan Jedi Order.
"Semakin aku belajar tentang Jedi, semakin aku ingin mengubah banyak hal," kata Rey dalam novel tersebut.
Ia mengkritik tradisi Jedi yang terisolasi di kuil gunung dan memisahkan anak-anak dari orang tua mereka.
Rey membayangkan komunitas Jedi yang tersebar di seluruh galaksi, hidup di tengah masyarakat biasa. "Bukan kuil tersembunyi di gunung, bukan Jedi dan yang lainnya," ujarnya.
Kritik Rey ini sejalan dengan era High Republic, masa keemasan Jedi saat mereka memiliki banyak kuil di tengah populasi.
>>> 15 Komik The Far Side Paling Gelap Karya Gary Larson
Namun, selama berabad-abad, Jedi menjadi semakin tertutup dan terputus dari masyarakat.
Keterputusan inilah yang memungkinkan Palpatine memanfaatkan Jedi sebagai kambing hitam. Jika Jedi lebih dekat dengan publik, orang-orang mungkin enggan berbalik melawan mereka.
Rumor terbaru menyebutkan film Star Wars: Starfighter akan memperkenalkan pos Jedi baru di planet Adaria.
Planet ini digambarkan hijau subur dengan gaya Asia Timur, penuh gubuk tiki dan landasan pacu.
Jedi di sanjung tersebut tampaknya sebagian besar adalah padawan dalam pelatihan. Kostum mereka mirip dengan Obi-Wan Kenobi dan Anakin muda di akhir The Phantom Menace.
>>> Stephen King Puji Mindhunter Netflix karena Alasan Tak Terduga
Belum jelas apakah komunitas ini sesuai dengan visi Rey. Namun, Star Wars tampaknya sedang menyiapkan arah baru bagi Jedi Order yang lebih terhubung dengan warga biasa.