Stephen King, maestro horor yang dikenal dengan deskripsi kekerasan grafis, justru memuji serial Netflix Mindhunter karena minimnya adegan berdarah.
Dalam cuitannya pada 2017, King merekomendasikan serial tersebut dan menyebut hanya ada satu momen mengejutkan di episode pertama, sisanya "sangat sedikit darah".
Pujian itu mengejutkan karena King sering menggunakan gambaran sadis dalam karyanya, seperti "suara pisau menggesek tulang".
Mengapa Mindhunter Efektif Tanpa Gore
Mindhunter mengikuti agen FBI Holden Ford (Jonathan Groff) dan Bill Tench (Holt McCallany) yang mewawancarai pembunuh berantai untuk memahami pola pikir mereka.
Serial ini menghindari kilas balik kekerasan dan justru mengandalkan dialog santai para pembunuh yang menceritakan kejahatan mereka.
Pendekatan itu membuat penonton membayangkan sendiri adegan mengerikan, menciptakan ketakutan psikologis yang lebih dalam.
King menekankan bahwa ketegangan justru muncul dari kenyataan bahwa para pembunuh tampak normal dan mudah berempati.
Perubahan Formula Crime Thriller
Showrunner David Fincher menggambarkan Mindhunter sebagai "prosedural tentang ilmu perilaku yang bukan X-Files, CSI, atau Criminal Minds".
Serial ini fokus pada dampak psikologis pekerjaan terhadap agen, bukan sekadar mengejar penjahat.
Ford yang awalnya idealis perlahan menjadi arogan dan mati rasa setelah sering berempati dengan pembunuh.
Adegan klimaks musim pertama memperlihatkan Ford memeluk Ed Kemper, yang membuatnya dirawat di rumah sakit pada musim kedua.
Dengan pendekatan yang tidak biasa, Mindhunter berhasil menjadi tontonan mencekam tanpa mengandalkan kekerasan eksplisit.
Rekomendasi
Awas! Sering Dijalani Pekerja Kantoran, Ini Bahaya Mager atau Sedentary Lifestyle
LINE Indonesia Luncurkan Layanan Baru, GOKS Platform Diskon untuk Mahasiswa
MGID Merevolusionerkan Penciptaan Gambar bagi Pengiklan dengan Integrasi Generatif AI
Demon Slayer's Anime of the Year Tutup Era Ajang Ini Selama 13 Tahun
Star Trek's Spock Officially Returns Hadir Lewat Event Spesial HUT ke-60