Mulai dari posisinya di Hellfire Club bersama Shaw, hubungannya dengan Banshee di Generation X, hingga kemitraannya dengan Cyclops di New X-Men.
Bahkan di era Krakoa, ia sempat berduet dengan Shaw lagi dan kemudian Iron Man.
Meskipun ada momen seperti Exceptional X-Men yang menempatkannya tanpa bayang-bayang pria, ini tergolong jarang.
Emma Frost adalah karakter kuat yang tidak perlu didefinisikan oleh pria, mengingat latar belakangnya yang ingin lepas dari pengaruh keluarga Frost.
Karakter Emma Frost yang unik dan mandiri berpotensi tertutupi oleh kepribadian Namor yang sangat kuat. Ia membutuhkan ruang untuk bersinar sebagai berlian yang merupakan representasi kekuatan mutannya.
Meskipun interaksi Emma Frost dan Namor dalam X-Men: The Hellfire Murder #1 sangat menghibur, dan ada kemungkinan ini menjadi petunjuk untuk cerita mendatang, hal tersebut justru menjadi hal terakhir yang dibutuhkan Emma Frost saat ini.
Selama 25 tahun terakhir, Emma Frost seringkali dipasangkan dengan karakter pria. Bahkan saat ia lajang, kehadiran pria lain selalu membayangi kehidupannya.
Ia adalah karakter yang hebat baik saat berinteraksi maupun saat berdiri sendiri.
Emma Frost memiliki potensi besar untuk menjadi pahlawan A-list di Marvel. Namun, hal itu akan sulit tercapai jika ia terus-menerus dibayangi oleh karakter pria.
>>> Anime Satu Musim Sempurna yang Tak Pernah Dilanjutkan
Meskipun sangat disukai, kembalinya romansa Emma dan Namor dikhawatirkan akan menghambat jalannya menuju puncak.