Game fighting sangat bergantung pada kualitas peluncurannya. Fitur seperti matchmaking, netcode, dan performa menjadi sorotan utama.
Jika elemen-elemen tersebut kurang atau rusak, pemain bisa langsung meninggalkan game tersebut meskipun potensinya besar. Saat ini, Avatar Legends: The Fighting Game menuai kritik karena minimnya fitur standar.
>>> Avatar: Seven Havens Tidak Akan Rilis Semua Episode Sekaligus
Namun, masalah itu masih ringan dibandingkan dengan beberapa game fighting lain yang benar-benar kacau saat rilis. Berikut lima di antaranya.
5. Invincible Vs.
Invincible Vs. adalah game fighting 3v3 berdasarkan komik Invincible.
Gameplay-nya unik dengan kerja sama tim, tetapi ada beberapa masalah besar.
Konten single-player sangat minim, hanya berupa mode cerita pendek. Masalah utama justru ada di pertandingan online.
Mekanik tag team yang rumit membuat pemain baru sering rage quit. Animasi statis dan interaksi aneh menciptakan momen kacau.
Sistem Sudden Death yang aneh juga membuat banyak pertandingan berakhir tidak memuaskan. Mikrotransaksi agresif dan pre-order bonus yang tidak terkirim memperburuk keadaan.
Akibatnya, banyak pemain kasual meninggalkan game ini dalam waktu singkat.
>>> Sutradara Black Clover Season 2 Ungkap Alasan Kualitas Animasi Lebih Baik dari Season 1
4. The King of Fighters 12
The King of Fighters 12 menjadi bencana besar bagi SNK. Game ini dianggap sebagai demo untuk KoF13, bukan seri yang utuh.
Roster hanya 20 karakter, terkecil dalam sejarah seri. Tidak ada bos akhir, ending spesifik, atau combo trials.
Matchmaking online sangat buruk dengan lag parah. Interaksi gameplay aneh, seperti heavy attack yang membatalkan proyektil, membuat pemain bingung.
Game ini gagal menarik pemain baru maupun veteran, dan sering dilupakan dalam diskusi seri KoF.
3. Marvel vs. Capcom Infinite
Marvel vs. Capcom Infinite seharusnya menjadi game fighting besar, tetapi terhambat oleh campur tangan korporat dan pengembangan yang terburu-buru.
Masalah terbesar adalah visual. Model karakter terlihat aneh dan tidak menarik dibandingkan gaya seni game sebelumnya.
Roster juga kontroversial, terlalu banyak karakter Marvel dan kekurangan karakter Capcom. Mode cerita single-player buruk dan DLC terlalu mahal.
>>> Film Misteri Agatha Christie Kenneth Branagh Segera Hadir di Platform Streaming Baru
Untungnya, gameplay 2v2 dengan Infinity Stone modifier tetap seru. Namun, secara keseluruhan game ini mengecewakan.
