Serial Silo season 3 menghadirkan perubahan signifikan yang langsung terlihat oleh penggemar novel Hugh Howey. Sang pencipta pun angkat bicara mengenai satu alasan utama di balik perbedaan tersebut.
Dalam wawancara terbaru, kreator Silo menjelaskan bahwa adaptasi dari buku ke serial memerlukan penyesuaian naratif. Hal ini dilakukan agar cerita lebih cocok untuk medium televisi.
>>> 5 Serial TV Panas yang Wajib Ditonton Sekarang
Silo sendiri merupakan drama fiksi ilmiah yang tayang di Apple TV+. Serial ini diadaptasi dari seri novel Wool karya Hugh Howey.
Ceritanya mengikuti Juliette, seorang insinyur yang tinggal di masa depan distopia.
Permukaan bumi telah tercemar dan dunia hampir hancur, sehingga penduduk hidup di dalam silo bawah tanah yang dalam.
Ketika sheriff komunitas melanggar protokol dan menyebabkan kematian beberapa warga, Juliette mulai mengungkap kebenaran kelam tentang silo tersebut.
>>> Diskon Besar Game GTA Menjelang Peluncuran GTA 6, Mulai Rp80 Ribuan
Alur inilah yang menjadi inti konflik musim-musim sebelumnya.
Perubahan di season 3 disebut berkaitan dengan cara cerita disampaikan. Pencipta ingin menjaga esensi buku namun tetap memberikan kejutan bagi penonton setia.
Meski tidak merinci semua perbedaan, ia menegaskan bahwa perubahan tersebut sudah melalui pertimbangan matang. Tujuannya agar adaptasi tetap segar dan tidak sekadar menyalin halaman demi halaman.
Penggemar buku mungkin akan melihat beberapa elemen yang diubah atau ditambahkan. Namun, semangat dasar cerita tentang misteri dan perlawanan tetap dipertahankan.
>>> 4 Space Opera yang Dianggap Mahakarya Sempurna
Silo season 3 saat ini sudah tayang di Apple TV+. Serial ini dibintangi Rebecca Ferguson sebagai Juliette Nichols.