Penggemar Game of Thrones memiliki banyak cara untuk menikmati dunia Westeros, mulai dari serial televisi hingga pengalaman interaktif.
Game strategi mobile populer, Game of Thrones: Conquest, yang dirilis pada tahun 2017, akan kembali menghadirkan event besar bertajuk 'War For the Throne' akhir pekan ini.
>>> Koleksi Fisik PS5 Terancam, Diskon Blu-ray Punya Masa Pakai Terbatas
Perang Terbesar di Game of Thrones: Conquest
Game yang dikembangkan oleh Zynga ini memungkinkan pemain membangun kerajaan, mendapatkan naga, dan bersaing dalam mode PvE dan PvP.
Event bulanan 'Freedom in Essos' di bulan Juli 2026 telah membawa pemain kembali ke momen-momen ikonik seperti Pembebasan Meereen, yang berpuncak pada 'War For the Throne'.
Event ini adalah pertarungan PvP antar kerajaan yang memperebutkan 'Seats of Power' melalui beberapa fase: 'Invasion', 'Respite', 'Retribution', dan 'Open War'.
>>> Tom Holland Bantah Rumor Jean Grey di Spider-Man: Brand New Day, Tapi Tak Ada yang Percaya
Tidak semua kerajaan akan berpartisipasi dalam 'War For the Throne'. Kerajaan yang tidak terpilih akan mengikuti event 'Rebellion'.
Dalam 'Rebellion', 'Seats of Power' akan terbuka secara tak terduga, termasuk King's Landing, Winterfell, dan Dragonstone, yang semuanya bisa diperebutkan secara bersamaan.
Meskipun tidak berpartisipasi dalam 'War For the Throne', pemain yang mengikuti 'Rebellion' tetap memiliki kesempatan besar untuk meningkatkan posisi dalam game dan meraih berbagai hadiah.
>>> Sony Rilis Pembaruan Firmware PS5, Fokus pada Perbaikan Pesan Layar
Event 'War For the Throne' dan 'Rebellion' akan berlangsung mulai 24 hingga 26 Juli 2026.
