Dalam serial Naruto, tragedi pembantaian Klan Uchiha oleh Itachi Uchiha menjadi salah satu peristiwa paling mengejutkan dan membekas.
Keputusan drastis Itachi ini didorong oleh keinginan untuk mencegah perang saudara yang mengancam desa Konohagakure.
>>> Film 'Supergirl: Woman of Tomorrow' Tayang Digital Lebih Awal, Ada Klip Lobo
Rencana Kudeta dan Ancaman Perang Saudara
Itachi mengetahui rencana kudeta yang disusun oleh Klan Uchiha terhadap Konohagakure. Ayahnya, Fugaku Uchiha, bahkan meminta bantuannya dalam rencana tersebut.
Namun, alih-alih mendukung, Itachi justru melaporkan rencana tersebut kepada Hokage. Ia berada dalam posisi sulit, harus memilih antara kesetiaan pada klan atau desa.
Untuk mencegah konflik yang lebih besar dan potensi perang saudara yang dapat menghancurkan Konoha, Itachi mengambil keputusan yang sangat berat.
Pengorbanan Itachi dan Syarat untuk Sasuke
Itachi memilih untuk membantai seluruh klannya sendiri.
>>> Star Trek: Strange New Worlds Ubah Aturan Perjalanan Waktu Setelah 60 Tahun
Tindakan ini dilakukannya agar desa tidak menyimpan dendam berkepanjangan terhadap Klan Uchiha, yang juga menjadi akar dari rencana kudeta.
Ia rela mengorbankan reputasi pribadinya, dicap sebagai pengkhianat, demi masa depan Konohagakure dan klannya.
Dalam kesepakatannya untuk melakukan pembantaian, Itachi mengajukan satu syarat penting kepada petinggi desa: agar adiknya, Sasuke Uchiha, diampuni.
Sasuke disisakan sebagai satu-satunya anggota Klan Uchiha yang selamat, dengan harapan kelak ia akan membalas dendam atas tragedi yang menimpa klannya.
>>> Serial Spin-off Stewie Family Guy Umumkan Pemeran Baru untuk 2027
Setelah tragedi tersebut, Itachi mengasingkan diri dan bergabung dengan Akatsuki. Tujuannya adalah untuk memantau ancaman terhadap dunia ninja dari balik bayangan, sambil terus menjaga Konohagakure.