Episode perdana "Valles Marineris" dari serial Star Trek: Strange New Worlds secara mengejutkan mengubah pemahaman tentang perjalanan waktu dalam waralaba Star Trek.
Alih-alih fokus pada dampak emosional Kapten Pike seperti yang diperkirakan, episode ini menyajikan cerita perjalanan waktu yang mendalam.
Cerita dimulai ketika USS Enterprise diselimuti badai antarbintang yang disebut "ruang-waktu menjadi liar." Kapal tersebut kemudian terlempar kembali ke tata surya 65 juta tahun lalu, di era dinosaurus.
Sejarah Baru Tata Surya
Dalam masa lalu tersebut, kru Enterprise menemukan realitas tata surya yang berbeda dari yang mereka kenal. Terdapat tiga planet kelas M, bukan hanya satu.
Mars dan planet kelima (yang kelak menjadi sabuk asteroid) ternyata dapat dihuni.
Namun, peradaban di kedua planet ini, yaitu bangsa Martian dan bangsa Dol’drm dari planet kelima, sedang terlibat dalam perang pemusnahan.
Kapten Pike berdiskusi dengan Komandan Pertempuran Martian, Cassell, mengenai potensi perubahan sejarah.
Episode ini secara cerdas mengatasi inkonsistensi Prime Directive, di mana kru Enterprise tidak mempertanyakan diskusi filosofi Federasi.
Mereka berjuang untuk melindungi masa kini sekaligus ingin berbuat baik, bahkan mempertimbangkan untuk mengubah akhir perang Martian-Dol’drm.
Pada akhirnya, terungkap bahwa sejarah manusia dan seluruh tata surya pada dasarnya adalah sebuah paradoks waktu.
Cassell mencuri antimateri dari Enterprise untuk menghancurkan planet kelima, menciptakan sabuk asteroid dan membuat Mars tidak dapat dihuni.
Fragmen dari planet Dol’drm kemudian menjadi asteroid Chicxulub yang memusnahkan dinosaurus. Tanpa kehadiran Enterprise, evolusi manusia tidak akan pernah terjadi.
Model perjalanan waktu ini berbeda dari konsep sebelumnya, di mana keberadaan manusia justru dimungkinkan oleh tindakannya sendiri di masa lalu.
Enterprise kembali ke masa lalu karena merespons suar yang dijatuhkannya sendiri 65 juta tahun lalu.
Episode ini tidak hanya menyajikan konsep perjalanan waktu yang kompleks, tetapi juga merayakan keajaiban melihat dinosaurus dan menekankan pentingnya eksplorasi yang dilandasi kegembiraan dan rasa takjub.
Rekomendasi
Awas! Sering Dijalani Pekerja Kantoran, Ini Bahaya Mager atau Sedentary Lifestyle
LINE Indonesia Luncurkan Layanan Baru, GOKS Platform Diskon untuk Mahasiswa
MGID Merevolusionerkan Penciptaan Gambar bagi Pengiklan dengan Integrasi Generatif AI
5 Transformers Paling Lemah Sepanjang Masa yang Jarang Diketahui
Bocoran Steam Ungkap Game Scream yang Batal Rilis Jauh Sebelum Masanya