Seperti Game of Thrones, Supernatural juga menarik penggemar setia genre maupun penonton arus utama.
Buffy the Vampire Slayer sebelumnya telah menunjukkan daya tarik luas fantasi supernatural, dan serial CW ini memperkuat fakta tersebut.
Sementara itu, Avatar: The Last Airbender melahirkan serial sekuel, adaptasi live-action, dan film, dengan lebih banyak proyek yang direncanakan.
Kesuksesan berkelanjutan ini mengejutkan karena jangkauannya melampaui target demografis awalnya.
Anak-anak menyukai ATLA, tetapi mereka yang tumbuh bersama serial ini terus kembali menontonnya. Banyak penonton dewasa juga terpesona.
Ini menjadi tanda bahwa fantasi bisa sukses di layar kaca, meskipun Game of Thrones kemudian membuktikan bahwa pendekatan berbeda juga bisa berhasil.
Supernatural dan Avatar: The Last Airbender mungkin menjadi tonggak penting bagi televisi fantasi, tetapi Game of Thrones menunjukkan bahwa jenis cerita fantasi yang berbeda juga bisa sukses.
Narasi supernatural dan petualangan animasi sudah umum pada 2000-an dan 2010-an, meski tidak semuanya meledak seperti Supernatural dan ATLA.
Fantasi tinggi belum memiliki rekam jejak yang menjanjikan, kemungkinan karena anggaran dan komitmen yang diperlukan.
Game of Thrones membuktikan bahwa cerita fantasi tinggi jangka panjang dapat dibuat dengan kualitas dan bobot yang layak, serta berhasil menarik penonton umum berkat drama dan intrik politiknya yang apik.
Pecinta fantasi memiliki banyak alasan untuk berterima kasih kepada Game of Thrones, tetapi mereka juga perlu mengakui peran penting Supernatural dan Avatar: The Last Airbender.
>>> Scott Snyder Sebut Streaming Musuh Terbesar Komik Saat Ini
Tahun 2005 terbukti menjadi momen krusial dalam sejarah televisi fantasi.