Dragon Ball Z (DBZ) merupakan salah satu pilar anime yang mendefinisikan genre shonen.
Namun, seiring berjalannya waktu, beberapa aspek dari serial ini mulai terasa kurang relevan atau bahkan mengganggu bagi penonton modern.
>>> Jim Parsons Mengaku 'Miserable' Selama Syuting The Big Bang Theory
Salah satu alasan utama adalah tempo cerita yang lambat.
Banyak episode dihabiskan untuk adegan yang terasa berulang atau dialog yang panjang, membuat alur cerita utama berjalan sangat pelan.
Selain itu, durasi pertarungan yang sangat panjang juga menjadi tantangan. Adegan pertarungan epik yang memakan banyak episode bisa membuat penonton kehilangan minat karena terasa bertele-tele.
Karakter yang seringkali tidak berkembang secara signifikan juga menjadi poin kritik. Banyak karakter pendukung yang potensinya tidak tergali sepenuhnya, dan hanya berputar pada karakter utama.
>>> Rumor MCU: Cailee Spaeny Diincar Perankan Rogue, Penggemar Berharap Peran Lain
Masalah lainnya adalah penggunaan cliffhanger yang berlebihan.
Setiap akhir episode seringkali diakhiri dengan momen menegangkan yang membuat penonton harus menunggu lama untuk kelanjutannya, sebuah taktik yang kini terasa melelahkan.
Animasi dan kualitas visual, meskipun revolusioner pada masanya, kini terlihat ketinggalan zaman jika dibandingkan dengan standar anime modern yang lebih halus dan detail.
Pengulangan formula cerita, di mana musuh baru selalu lebih kuat dari sebelumnya, juga membuat narasi terasa monoton bagi sebagian penonton.
>>> Gal Gadot Beralih Genre ke Thriller Psikologis dalam Film 'The Runner'
Terakhir, DBZ terkadang terlalu bergantung pada kekuatan dan teriakan untuk meningkatkan intensitas, sebuah metode yang kini terasa kurang subtil dibandingkan teknik penceritaan yang lebih kompleks.