Tiga puluh sembilan tahun lalu, sebuah film satir fiksi ilmiah berating R menggemparkan dunia dan akhirnya menjadi salah satu film kultus terbaik era 1980-an.
RoboCop dirilis pada 17 Juli 1987, menjadi contoh film yang tidak langsung sukses besar namun kemudian diapresiasi sebagai karya klasik.
>>> Frieren: Beyond Journey's End Hadir di Raccoon City dalam Crossover Game yang Unik
Dekade 1980-an memang unik, melahirkan banyak film hebat yang tidak langsung populer namun kemudian direvaluasi menjadi klasik yang dicintai, terutama dalam genre fiksi ilmiah.
Di tengah film seperti E. T.
the Extra-Terrestrial dan franchise Star Wars, film-film sci-fi yang lebih gelap sering kali disalahpahami.
Kritikus Salah Paham Pesan RoboCop
Sutradara Paul Verhoeven dikenal kerap menyisipkan pesan sosial dalam karyanya, namun sering kali kritikus dan penonton umum gagal menangkap maksudnya di balik lapisan satir.
Hal serupa terjadi pada RoboCop.
Dalam film ini, seorang petugas polisi Detroit bernama Alex Murphy dibunuh oleh geng jalanan.
Tubuhnya kemudian digunakan untuk menciptakan polisi cyborg baru bernama RoboCop, yang diprogram dengan empat arahan utama.
Saat dirilis, RoboCop meraih kesuksesan moderat di box office, meraup sekitar 53,4 juta dolar AS dari anggaran 13,7 juta dolar AS.
Banyak kritikus memuji film ini, namun banyak pula yang bingung mengenai genre dan pesan yang ingin disampaikan.
>>> Yukiko Nikaido, Pengisi Suara Fujiko Mine Asli Lupin The 3rd, Meninggal Dunia
Beberapa kritikus secara akurat memuji satir sosialnya, sementara yang lain menganggapnya kurang bergaya dan terkesan murahan. Namun, kekerasan dalam film ini menjadi sorotan utama bagi banyak kritikus.
Roger Ebert, misalnya, berkomentar bahwa kekerasan dalam film tersebut sangat berlebihan hingga terasa sengaja dibuat jenaka, mirip dengan adegan lini perakitan dalam 'Modern Times' karya Chaplin.
RoboCop Menjadi Klasik Fiksi Ilmiah Sejati
Meskipun sempat disalahpahami, RoboCop mendapatkan banyak perhatian dari penghargaan genre.
Film ini menjadi nominasi terbanyak di Saturn Awards ke-15, meraih penghargaan untuk Film Fiksi Ilmiah Terbaik, Sutradara Terbaik, Penulisan Terbaik, Tata Rias Terbaik, dan Efek Khusus Terbaik.
Film ini juga meraih Oscar untuk Penyuntingan Efek Suara Terbaik, serta nominasi untuk Penyuntingan Film Terbaik dan Tata Suara Terbaik.
Kesuksesan besar juga diraih melalui video rumahan, yang kemudian berujung pada perilisan Criterion Collection.
Franchise RoboCop terus berkembang ke berbagai media hiburan, termasuk video game sejak 1988, komik oleh Marvel Comics, Dark Horse Comics, Avatar Press, Dynamite, dan Boom!
Studios. Sebuah remake film juga pernah dibuat, namun tidak sekritis film aslinya.
Alasan utama keberhasilan jangka panjang RoboCop bukan sekadar aksi robot polisi yang brutal.
>>> 5 Karakter Pendukung Anime yang Curi Perhatian Lebih dari Tokoh Utama
Film ini menyampaikan tema tentang korupsi kekuasaan korporat dan hilangnya kemanusiaan, sebuah pesan anti-otoritarian yang menunjukkan bagaimana kekuasaan berlebih pada korporasi atau pemerintah korup dapat menghancurkan masyarakat.
