⌂ Beranda News Final Fantasy X Dianggap Berlebihan Selama 25 Tahun, Penulis Lelah Berpura-pura

Final Fantasy X Dianggap Berlebihan Selama 25 Tahun, Penulis Lelah Berpura-pura

Final Fantasy X Dianggap Berlebihan Selama 25 Tahun, Penulis Lelah Berpura-pura
Ilustrasi: Final Fantasy X Dianggap Berlebihan Selama 25 Tahun, Penulis Lelah Berpura-pura
A A Ukuran Teks16px

Final Fantasy X (FFX) telah lama dielu-elukan sebagai salah satu puncak seri Final Fantasy, namun bagi sebagian pemain, game ini justru terasa berlebihan selama 25 tahun perilisannya.

Penulis artikel berpendapat bahwa meskipun FFX memiliki dampak signifikan pada genre RPG dan sejarah video game, game ini gagal terhubung dengannya secara personal.

>>> Darth Plagueis Muncul di The Acolyte, Namun Nasibnya Belum Jelas

Perbandingan dengan Final Fantasy VII

Berbeda dengan Final Fantasy VII yang memiliki cerita mendalam tentang takdir, tujuan, dan kesedihan dengan karakter yang kompleks, FFX terasa lebih dangkal.

Karakter-karakter dalam FFX, meski memiliki elemen dan desain visual yang menarik seperti Auron dan Lulu, dinilai tidak memiliki kedalaman motivasi dan kepribadian yang setara dengan protagonis sebelumnya.

Dunia dalam FFX juga terasa lebih terbatas dalam hal gameplay, dengan eksplorasi yang lebih sedikit dibandingkan game-game sebelumnya maupun yang menyusul.

Narasi dan Nada yang Dipertanyakan

Narasi FFX dianggap aneh dan terlalu mengandalkan kerumitan lore untuk menciptakan cerita yang menarik, padahal banyak detail penting yang masih membingungkan pemain bahkan setelah puluhan tahun.

Perubahan nada yang drastis dari kocak ke romantis lalu intens, serta gangguan ritme akibat minigame yang terasa dipaksakan, semakin mengurangi pengalaman bermain.

Meskipun Blitzball menjadi ciri khas, penulis merasa enggan setiap kali mendengar nama olahraga fantasi tersebut.

Penulis mengakui bahwa banyak pemain yang menghargai FFX, bahkan sampai mendapatkan sekuel langsung yang jarang terjadi pada seri ini.

Namun, kepribadian karakter yang satu dimensi dan narasi yang terlalu disederhanakan oleh lore membuatnya merasa frustrasi dan bosan.

Hubungan penulis dengan seri Final Fantasy memang rumit.

>>> Alternatif Nonton Anime Legal Sub Indonesia Selain AnimeID

Beberapa entri seperti Final Fantasy Tactics dan Final Fantasy XII menjadi favorit, namun judul lain justru menimbulkan kekecewaan.

FFX menjadi contoh utama bagaimana apresiasi terhadap kerajinan dalam game tidak selalu berarti menikmati permainannya, terutama ketika penekanan pada cerita dunia lebih dominan daripada menunjukkannya secara langsung.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru