Majora's Mask adalah tentang horor eksistensial yang dihadapi Link saat ia menerima siapa dirinya sebenarnya.
Bahkan 26 tahun setelah Majora's Mask dirilis pada 26 Oktober 2000, banyak pemain masih melewatkan pesan sebenarnya.
Mudah untuk terjebak dalam mitologi seputar sejarah pengembangan Majora's Mask yang aneh dan teori penggemar populer.
Juga mudah untuk mengabaikan kegelapan inheren Ocarina of Time yang coba diurai Majora's Mask, karena game tersebut memiliki atmosfer yang lebih ringan dibanding Twilight Princess dan Majora's Mask sendiri.
Kini setelah Ocarina of Time dibuat ulang untuk Switch 2 tahun ini, game baru tersebut memiliki kesempatan untuk membuat pergolakan batin Link muda lebih jelas dari awal, sehingga membantu memperjelas makna motif topeng dalam remake Majora's Mask yang tak terhindarkan.
Setelah pemain benar-benar melihat apa yang ada di bawah topeng Majora's Mask, mustahil untuk tidak melihatnya. Namun, Majora's Mask tetaplah game yang kaya akan teori dan analisis penggemar.
Teori "Link mati" atau "5 tahap kesedihan" masih bisa cocok, dan mungkin masuk akal jika dilihat ke belakang.
Banyak penggemar berasumsi bahwa Link mengalami 5 tahap kesedihan setelah kehilangan Navi, tetapi seseorang bisa mengalaminya karena kehilangan internal yang lebih personal.
Bagi Link, itu bisa berarti kehilangan kepolosan dan identitasnya sebagai anak Kokiri. Alih-alih kematian literal, kehilangan identitas adalah kematian ego yang terasa mengerikan bagi anak laki-laki seperti Link.
Di Majora's Mask, Majora adalah penjahat yang kuat karena ia bisa merasuki siapa pun yang memakai topengnya, menjadikan mereka bonekanya.
Demikian pula dalam kehidupan nyata, seseorang bisa "kerasukan" oleh identitas yang mereka kenakan untuk orang lain, meyakinkan diri bahwa itulah diri mereka sebenarnya.
Pada kenyataannya, "identitas" itu seperti topeng yang bisa diganti atau dilepas kapan saja, semudah Link berganti antara topeng Zora dan Goron.
Setelah kehilangan jati diri di Ocarina of Time, Link tidak punya pilihan selain mencari jawaban di Majora's Mask.
Pencarian itu akhirnya membawanya pada penemuan yang menakutkan pada awalnya, tetapi memberdayakan pada akhirnya: tidak pernah ada siapa pun di balik topeng.
>>> Sutradara Backrooms Dukung Kreator Lawan Studio Soal Fan Art
Wajah aslinya dan topeng itu adalah satu dan sama.