CEO GameStop, Ryan Cohen, kembali menjadi sorotan setelah pernyataannya tentang masa depan game fisik.
Dalam wawancara dengan Bloomberg Tech, Cohen menyebut bahwa game fisik 'sama sekali tidak relevan' bagi bisnis GameStop.
>>> Rindu Jet Set Radio? Denshattack Jawabannya
Pernyataan ini muncul di tengah kekhawatiran para gamer tentang masa depan toko ritel game. Banyak yang mengingat kenangan membeli game bekas di GameStop dengan harga terjangkau.
Cohen menjelaskan bahwa game hanya menyumbang 12 persen dari total bisnis GameStop. Sebaliknya, barang koleksi seperti Funko Pop dan kartu Pokemon kini mendominasi lebih dari setengah pendapatan perusahaan.
Menurut Cohen, pergeseran ke arah digital membuat game fisik tidak lagi penting. Ia menegaskan bahwa GameStop akan terus fokus pada penjualan barang koleksi.
Namun, pernyataan ini justru memicu reaksi negatif dari para gamer. Banyak yang menyebut GameStop sendiri yang menjadi tidak relevan, mengingat nama perusahaan masih mengandung kata 'game'.
>>> 5 Pertarungan Terbaik Film Mortal Kombat Versi Ranking
Seorang pengguna di media sosial bercanda, 'CEO Pizza Hut mengatakan pizza tidak relevan.' Lelucon ini menggambarkan kekecewaan para gamer terhadap arah bisnis GameStop.
Kritik juga datang karena GameStop dinilai lebih mementingkan koleksi daripada game. Beberapa menyarankan agar perusahaan mengganti nama menjadi 'CollectibleStop'.
Sebelumnya, Cohen juga menjadi perhatian saat mencoba mengakuisisi eBay. Ia melelang beberapa barang ikonik game untuk mendanai tawaran tersebut, namun eBay menolaknya.
>>> 36 Tahun Berlalu, Kutipan Picard di Star Trek Ini Masih Paling Menakutkan
Kini, dengan semakin banyaknya game yang beralih ke digital, masa depan GameStop sebagai toko game fisik dipertanyakan. Namun Cohen tetap optimis dengan strategi barunya.
