⌂ Beranda News Film 90-an Ini Buktikan Ulasan Buruk Tak Selalu Pengaruhi Box Office

Film 90-an Ini Buktikan Ulasan Buruk Tak Selalu Pengaruhi Box Office

Film 90-an Ini Buktikan Ulasan Buruk Tak Selalu Pengaruhi Box Office
Ilustrasi: Film 90-an Ini Buktikan Ulasan Buruk Tak Selalu Pengaruhi Box Office
A A Ukuran Teks16px

Namun, penonton mengabaikan kritikan tersebut dan meluncurkan 'Mortal Kombat' ke pembukaan akhir pekan nomor satu, mengalahkan 'Die Hard with a Vengeance'.

Film ini menjadi salah satu film video game terlaris di masanya dengan $122 juta dan melahirkan franchise yang terus berlanjut.

Mengingat biaya produksinya yang hanya $20 juta, ini adalah pencapaian luar biasa.

>>> Jujutsu Kaisen Ungkap Tampilan Baru Karakter Jelang Musim Keempat

Tema techno ikonik dan terjemahan karakter game yang setia menciptakan pengalaman sinematik komunal yang gagal diukur oleh para kritikus.

Hingga kini, film aslinya telah menjadi sebuah klasik.

The Bodyguard (1992)

'The Bodyguard', thriller romantis arahan Lawrence Kasdan, dibintangi Kevin Costner sebagai Frank Farmer, mantan agen Secret Service yang disewa untuk melindungi ikon musik Rachel Marron (Whitney Houston) dari pengagum berbahaya.

Di atas kertas, film ini memiliki semua elemen untuk menjadi hit prestisius: debut layar lebar bintang pop global, pemeran utama pria yang tangguh, dan soundtrack yang dirancang untuk memecahkan rekor penjualan.

Namun, para kritikus tampaknya tidak terkesan.

Ulasannya sangat negatif, banyak yang menyebutnya sebagai film melodrama yang lamban dan menyia-nyiakan chemistry antara kedua pemeran utamanya.

Penonton justru mengabaikan vonis tersebut.

'The Bodyguard' menduduki puncak tangga box office selama tiga minggu pada akhir 1992, menghasilkan lebih dari $121 juta secara domestik dan lebih dari $400 juta di seluruh dunia.

Soundtrack yang dibawakan Houston, terutama cover 'I Will Always Love You', menjadi soundtrack terlaris sepanjang masa, mengukuhkan film ini sebagai fenomena budaya.

Saat ini, film ini dikenang sebagai salah satu kisah cinta terbesar Hollywood.

Armageddon (1998)

Film epik bencana Michael Bay tahun 1998, 'Armageddon', adalah contoh sempurna bagaimana film bisa mengabaikan kritikus dengan kesuksesan finansial.

Ceritanya cukup lugas: sekelompok pengebor minyak lepas pantai yang tangguh, dipimpin oleh Bruce Willis, dikirim ke luar angkasa untuk menghancurkan asteroid seukuran Texas yang menuju Bumi.

Montase yang terlalu cepat dan pengabaian terhadap hukum fisika menuai kritik paling tajam di dekade itu.

Para kritikus menyebut 'Armageddon' sebagai tontonan berlebihan yang mengutamakan volume daripada emosi, dan mereduksi karakternya menjadi stereotip.

Penonton, yang tidak terpengaruh oleh kritik keras, menjadikan 'Armageddon' sebuah fenomena.

Film ini debut di nomor satu dan bertahan selama empat akhir pekan berturut-turut, menjadi film terlaris di seluruh dunia pada tahun 1998 dengan lebih dari $550 juta.

Gaya berlebihan Bay yang dipadukan dengan soundtrack Aerosmith 'I Don't Want to Miss a Thing' memberikan pengalaman mendebarkan yang tidak dapat diredam oleh ulasan negatif.

>>> 5 Tombak Terkuat di The Lord of the Rings, Peringkat Teratas

'Armageddon' tetap menjadi contoh definitif dari blockbuster yang kebal kritik.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru