⌂ Beranda News 5 Hal yang Sulit Diakui Penggemar tentang The Fellowship of the Ring

5 Hal yang Sulit Diakui Penggemar tentang The Fellowship of the Ring

5 Hal yang Sulit Diakui Penggemar tentang The Fellowship of the Ring
Ilustrasi: 5 Hal yang Sulit Diakui Penggemar tentang The Fellowship of the Ring
A A Ukuran Teks16px

The Lord of the Rings adalah salah satu waralaba fantasi terbesar sepanjang masa. Namun, seperti karya besar lainnya, trilogi ini tidak luput dari kekurangan.

Film pertama, The Fellowship of the Ring, memiliki beberapa masalah yang mungkin enggan diakui oleh para penggemar setia.

>>> Kane Parsons Rilis Cuplikan Tambahan Backrooms di YouTube Pekan Ini

Berikut lima di antaranya.

Film Terlemah dalam Trilogi

Meskipun bukan film yang buruk, The Fellowship of the Ring dianggap sebagai yang terlemah dibandingkan dua sekuelnya.

The Two Towers dan The Return of the King dinilai lebih seru untuk ditonton ulang.

The Two Towers bahkan disebut sebagai salah satu film kedua terbaik dalam sejarah trilogi.

Teka-teki Masuk Moria Terlalu Konyol

Tulisan 'Speak friend and enter' di pintu masuk Moria seharusnya mudah dipecahkan. Namun, Gandalf justru kebingungan hingga Frodo menyadari bahwa jawabannya adalah kata 'Mellon' (teman dalam bahasa Elf).

Teka-teki ini terasa terlalu sederhana dan agak konyol untuk sebuah film yang sarat filosofi.

Keputusan Menghapus Tom Bombadil Sudah Tepat

>>> One Piece Kembali ke Pola Klasik: Luffy Kalah untuk Pertama Kali Sejak Gear 5

Banyak penggemar kecewa karena karakter Tom Bombadil tidak muncul di film. Namun, menghapusnya adalah keputusan yang tepat mengingat durasi film yang sudah panjang.

Karakter tersebut rumit dan sulit dijelaskan dalam waktu terbatas. Proyek mendatang, The Lord of the Rings: Shadow of the Past, mungkin akan menghadirkan Tom Bombadil.

Beberapa Karakter Tidak Berkembang

Legolas dan Gimli hampir tidak memiliki pengembangan karakter di film pertama. Mereka baru mendapat porsi lebih di dua film berikutnya.

Dengan sembilan anggota Persekutuan, wajar jika tidak semua karakter mendapat sorotan. Namun, ini tetap menjadi kelemahan dalam hal penokohan.

Lompatan Waktu yang Tidak Masuk Akal

Dalam buku, ada jeda 17 tahun antara kepergian Bilbo dan kembalinya Gandalf. Di film, jeda ini tidak terasa sama sekali.

>>> Mistborn: The Deckbuilding Game Dapat Ekspansi Baru November 2026

Masalah ini akan menjadi lebih signifikan dengan hadirnya film The Hunt for Gollum yang akan mengisi celah waktu tersebut.

A
Tim Redaksi
Penulis: Albert Affandie
📰 Update Terbaru