House of the Dragon Season 3, Episode 3 yang berjudul "Rhaenyra Triumphant" baru saja memberikan petunjuk tentang asal-usul naga, ribuan tahun sebelum peristiwa Game of Thrones dan Daenerys Targaryen.
Meskipun naga menjadi elemen utama dalam serial spin-off ini, cerita lebih banyak berfokus pada perang saudara Targaryen daripada sejarah panjang makhluk tersebut.
>>> 10 Film Horor Anggaran Rendah Terbaik Sepanjang Masa
Namun, dalam episode tersebut, ada dialog yang secara halus merujuk pada teori populer dari alam semesta A Song of Ice and Fire.
Percakapan Rhaenyra dengan High Septon
Salah satu tantangan yang dihadapi Rhaenyra Targaryen saat kembali ke Red Keep adalah penolakan High Septon untuk memahkotainya.
High Septon menyebut naga sebagai "sihir profan yang diciptakan dalam kegelapan, kesombongan, dan hasrat akan kekuasaan serta impunitas."
Pernyataan ini tidak secara langsung memecahkan misteri asal-usul naga, tetapi mengindikasikan bahwa sihir gelap terlibat dalam penciptaan mereka.
Kata-kata High Septon sejalan dengan catatan tertentu dari buku-buku George R. R.
Martin yang belum mengonfirmasi secara pasti asal-usul naga.
>>> 10 Cerita Batman yang Layak Diadaptasi ke Animasi
Teori Septon Barth tentang Naga
Keyakinan High Septon mendukung spekulasi dari seorang tokoh bernama Septon Barth, yang pernah menjabat sebagai Hand of the King dan penasihat Raja Jaehaerys I Targaryen.
Dalam buku The World of Ice & Fire, Martin menulis bahwa Barth berspekulasi "para bloodmage Valyria menggunakan stok wyvern untuk menciptakan naga."
Namun, teori ini tidak diterima secara luas karena naga dikatakan sudah ada sebelum Valyria.
Teori lain menyebutkan bahwa orang Valyria menemukan naga di rantai gunung berapi yang disebut Fourteen Flames.
Meskipun demikian, teori Barth dianggap masuk akal karena ia sering kali benar dalam tulisannya, termasuk ramalan tentang kejatuhan Targaryen dan pangeran yang dijanjikan.
>>> Konsep Avengers: Doomsday Tuai Kritik, Banyak Pahlawan Hilang
Daenerys Targaryen dalam Game of Thrones tampaknya menggunakan darah dan sihir untuk menetaskan telur naganya, yang mendukung keterlibatan sihir dalam penciptaan naga.
