Christopher Nolan dikenal lewat film-film blockbuster seperti trilogi The Dark Knight dan The Odyssey yang akan datang.
Namun, ia memulai kariernya dengan film-film indie berbiaya rendah seperti Following, Memento, dan Insomnia.
>>> Game RPG Terbaik di Setiap Konsol Sega, Peringkat Resmi
Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Nolan menyoroti dua sutradara yang sukses dengan film indie mereka: Curry Barker dan Kane Parsons.
Film mereka, Obsession dan Backrooms, saat ini memecahkan rekor box office global dengan anggaran yang sangat kecil.
Bagi Nolan, kesuksesan film-film itu bukan sekadar keanehan pemasaran. Ia melihatnya sebagai penegasan pentingnya pembuatan film secara langsung di era kecerdasan buatan (AI).
Hormati Penonton Muda
Nolan mengaku tidak pernah percaya pada argumen bahwa rentang perhatian penonton muda terlalu pendek untuk menikmati film epik berdurasi tiga jam.
Ia mencontohkan kualitas "misterius" dan "renung" dari Backrooms dan Obsession yang justru digemari penonton muda.
"Bagian dari Backrooms seperti David Lynch pada level paling abstrak. Namun, anak muda tidak pernah bosan dengannya," kata Nolan kepada The Telegraph.
Nolan menganggap sikap bermusuhan seniman tua terhadap penonton muda lebih karena keras kepala, bukan karena apatisme Gen Z.
Meski begitu, ia tetap melontarkan candaan tentang kecanduan ponsel pintar generasi muda.
>>> Serial Fiksi Ilmiah Apple TV yang Dianggap Tak Terfilmkan Berhasil Atasi Masalah Adaptasi Terbesar
Jangan Percaya AI, Setidaknya Belum
Nolan memuji sikap skeptis penonton muda terhadap AI. Anak-anaknya yang berusia remaja dan awal 20-an, menurutnya, langsung menolak konten buatan AI.
"Mereka melihatnya apa adanya dengan cepat," ujarnya.
Sebagai alternatif, Nolan memuji kekuatan efek praktis. Ia menyebut animasi stop-motion legendaris Ray Harryhausen sebagai inspirasi efek di The Odyssey.
Ia juga menyebut adegan cyclops Polyphemus dan Circe yang mengubah manusia menjadi babi dalam filmnya.
Nolan melihat kesamaan antara efek analog di Backrooms dengan animasi Harryhausen yang dibuat dengan tangan. Keduanya tidak berpura-pura realistis, melainkan menghadirkan visi.
Ia memperingatkan para pembuat film untuk tidak terlalu bergantung pada AI. "Saya belum pernah melihat penolakan secepat ini terhadap lompatan teknologi yang dianggap fundamental dalam hidup saya," katanya.
Nolan menambahkan bahwa AI mungkin tidak sepenuhnya tidak berguna, tetapi dalam pembuatan film, kemunculannya terjadi pada waktu yang salah.
>>> Nolan Benar Soal Kritik The Odyssey, Saya Marah Ia Harus Menjelaskan
Setelah bertahun-tahun mengarah ke lingkungan virtual, kini muncul minat baru pada bentuk cerita yang lebih taktil dan nyata.
