Baron Zemo adalah ahli strategi yang bertanggung jawab menghancurkan Avengers Mansion dan menciptakan tim penjahat penyamar, Thunderbolts.
Selain paparan Adhesive X yang memperlambat proses penuaannya, Baron Zemo tidak memiliki kekuatan super.
Namun, untuk bisa menandingi Captain America dengan fisik supernya bukanlah hal mudah, dan Zemo sering membuktikan dirinya hampir setara dengan sang pahlawan.
Zemo adalah pendekar pedang, seniman bela diri, dan penembak jitu level Olimpiade.
Namun, ia lebih suka menghindari pertarungan langsung kecuali sebagai upaya terakhir, dan lebih mengandalkan kecerdasan strategisnya yang tak tertandingi untuk memenangkan pertempuran.
8. Erik Killmonger
Debut pada 1973, Erik Killmonger berevolusi dari penjahat tidak dikenal menjadi salah satu penjahat Marvel paling ikonik dalam beberapa tahun terakhir, berkat perannya yang luar biasa oleh Michael B.
Jordan dalam film Black Panther 2018.
>>> 10 Karakter Marvel dan DC yang Cocok Bintangi Acara Reality Show
Dalam komik, nama lahir Killmonger adalah N'Jadaka, dan ia tumbuh di Wakanda hingga diculik oleh pembunuh orang tuanya, penjahat Klaw.
Setelah Klaw membawanya kembali ke Amerika, N'Jadaka melarikan diri dan bersumpah untuk menghancurkan keluarga kerajaan Wakanda, yang ia salahkan atas kematian orang tuanya.
Berganti nama menjadi Erik Killmonger, penjahat ini tidak akan berhenti sampai ia merebut tahta Wakanda untuk dirinya sendiri.
Killmonger adalah ahli strategi dan seniman bela diri, mahir dengan berbagai senjata. Kemampuannya semakin besar setelah ia mengonsumsi Heart-Shaped Herb yang memberikan Black Panther kekuatan dan kelincahan ekstra.
Killmonger adalah salah satu musuh terkuat dan terpintar Black Panther, dan ia hampir membunuh Raja Wakanda beberapa kali.
7. Bullseye
Muncul pertama kali pada 1975, Bullseye dikenal luas sebagai pembunuh bayaran paling terampil dan sadis di Marvel Universe.
Dulunya seorang pelempar bola bisbol bintang, Bullseye kehilangan pekerjaannya setelah membunuh pemukul dengan lemparannya. Alih-alih menyesal, Bullseye justru menikmati pembunuhan.
Ia memutuskan untuk menekuni hobi ini secara penuh waktu, menjadi pembunuh bayaran lepas yang akan membunuh siapa pun, baik untuk pekerjaan maupun sekadar bersenang-senang.