Game Marvel's Blade yang diumumkan pada ajang Game Awards 2023 kini berada dalam ketidakpastian. Pengembangnya, Arkane Studios, terkena dampak restrukturisasi besar-besaran yang dilakukan Xbox.
Xbox baru saja mengumumkan PHK terhadap lebih dari 3.200 karyawan di berbagai studio. Arkane Studios menjadi salah satu tim yang paling terdampak.
>>> 200 Nama ML Simple dan Keren untuk Unisex, Bikin Akun Makin Clean
Arkane Studios Terkena Dampak PHK Massal Xbox
CEO Xbox Asha Sharma menyebut langkah ini sebagai restrukturisasi terbesar dalam sejarah Xbox.
Dalam email internal, disebutkan bahwa manajemen Arkane akan memulai konsultasi dengan dewan pekerja untuk meninjau opsi strategis.
Hal ini menandakan bahwa Xbox dan Arkane kemungkinan besar akan berpisah. Sebelumnya, Xbox telah melepas studio seperti Compulsion Games dan Double Fine yang kini menjadi independen.
Sementara itu, Ninja Theory dan Undead Labs dilaporkan akan dijual ke kepemilikan baru. Namun, nasib proyek seperti State of Decay 3 dan Senua masih belum jelas.
>>> Supergirl Bergabung dengan Blue Lantern Corps di Supergirl: Survive #3
Hukum Perancis Bisa Menjadi Penyelamat
Arkane Studios berlokasi di Perancis, yang memiliki hukum bisnis berbeda. Konsultasi dengan dewan pekerja mungkin memberi Arkane waktu lebih untuk mencari jalan keluar.
Meski demikian, semua indikasi menunjukkan bahwa Microsoft tidak berniat mendukung Arkane lebih lanjut. Arkane mungkin tidak memiliki sumber daya untuk menjadi independen seperti Double Fine.
Namun, hukum Perancis bisa mencegah penutupan studio secara total. Arkane mungkin mendapatkan penyelesaian dari Microsoft yang bisa digunakan untuk melanjutkan proyek.
Sayangnya, masa depan Marvel's Blade masih belum pasti.
>>> 8 Open-World RPG yang Menghargai Eksplorasi Pemain
Game ini telah dikembangkan selama 4-5 tahun, dan keputusan Xbox bisa menghentikan salah satu game Marvel yang paling dinantikan.
